IHSG Ditutup Menguat Tipis, Sempat Sentuh Level 9.058

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

IHSG Ditutup Menguat Tipis, Sempat Sentuh Level 9.058

Ade Hapsari Lestarini • 26 January 2026 16:28

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini mampu mempertahankan penguatannya sejak pagi. Pada perdagangan pagi IHSG berbalik arah ke zona hijau.

Berdasarkan data RTI, Senin, 26 Januari 2026, IHSG sore menguat 24,324 poin atau setara 0,27 persen ke posisi 8.975. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 8.967. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 8.923 dan tertinggi di posisi 9.058.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 57,508 miliar senilai Rp36,970 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16,341 triliun dengan frekuensi sebanyak 3.836.233 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 267 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 428 saham melemah, dan 110 saham lainnya stagnan.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
 

IHSG berkonsolidasi


Melansir Antara, ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim sebelumnya memperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 8.850-9.050.

"Konsolidasi ini sebelum menentukan arah selanjutnya. Jika IHSG mampu ditutup di atas level 9.050, maka berpotensi akan melanjutkan rebound," ujar Ratna Lim dalam kajiannya.

Adapun dari mancanegara, pada pekan ini, pelaku pasar mencermati hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 27-28 Januari 2026, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen.

Sementara dari Bursa Wall Street, pelaku pasar menantikan laporan kinerja keuangan beberapa saham teknologi besar, untuk menilai prospek saham sektor teknologi dan Artificial Intelligence (AI).

Sedangkan data ekonomi global yang akan dicermati, diantaranya Durable Goods Orders dan Producer Price Index (PPI) dari AS, data pertumbuhan ekonomi dari Euro Area, serta data Purchasing Managers' Index (PMI) dari Tiongkok.

Ratna melanjutkan, dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan pengumuman metodologi perhitungan free float saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI berencana mengubah hitungan free float saham emiten-emiten di Indonesia untuk bisa masuk indeks global, yang mana masukan publik telah ditutup pada 31 Desember 2025 dan hasil akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Apabila disetujui akan berlaku saat review indeks MSCI pada Mei 2026.

Di sisi lain, Danantara menargetkan penempatan investasi hingga USD14 miliar pada tahun ini, naik dari komitmen USD8 miliar pada tahun lalu, yang berasal dari dividen perusahaan yang dimiliki negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)