Menlu Turki Bertemu Delegasi Hamas, Bahas Fase Kedua Perdamaian Gaza

Pertemuan Menlu Turki Hakan Fidan dan delegasi Hamas di Istanbul, Senin, 26 Januari 2026. (Anadolu Agency)

Menlu Turki Bertemu Delegasi Hamas, Bahas Fase Kedua Perdamaian Gaza

Willy Haryono • 27 January 2026 13:57

Istanbul: Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengadakan pertemuan dengan delegasi kelompok Hamas di Istanbul pada Senin, 26 Januari. Pertemuan tersebut membahas implementasi fase kedua rencana perdamaian Gaza, kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk, serta dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Fidan memaparkan berbagai upaya diplomatik Turki, termasuk keterlibatannya dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian), sebuah inisiatif internasional yang bertujuan membela hak-hak warga Gaza dan mendorong penyelesaian konflik secara damai. Ia menegaskan komitmen Ankara untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza secara berkelanjutan.

Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 27 Januari 2026, Fidan menyatakan bahwa Turki memandang krisis kemanusiaan di Gaza sebagai prioritas mendesak dan menyerukan agar seluruh pihak menghormati kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati. Menurutnya, keberhasilan proses perdamaian sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan kesepakatan di lapangan.

Gencatan senjata fase kedua yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025 memuat sejumlah poin krusial, antara lain pelucutan senjata kelompok pejuang Palestina, penarikan lebih lanjut pasukan militer Israel dari wilayah Gaza, serta dimulainya proses rekonstruksi infrastruktur yang hancur akibat perang.

Inisiatif Board of Peace sendiri dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 15 Januari 2026 sebagai bagian dari skema perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah. Dewan tersebut kemudian memperoleh legitimasi internasional melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 pada November 2025.

Meski kesepakatan damai telah dijalankan, situasi di lapangan masih diwarnai kekerasan. Sejak serangan besar dimulai pada Oktober 2023, militer Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 71.600 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.300 orang.

Data Kementerian Kesehatan Gaza juga menunjukkan bahwa pasca-pemberlakuan gencatan senjata, serangan masih terus terjadi. Tercatat sedikitnya 484 warga Palestina tewas dan 1.321 lainnya terluka dalam berbagai insiden serangan lanjutan.

Pertemuan di Istanbul tersebut diharapkan dapat memperkuat tekanan diplomatik internasional agar seluruh pihak mematuhi kesepakatan gencatan senjata dan mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut, sekaligus membuka jalan bagi pemulihan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza secara menyeluruh. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  PBB: Gencatan Senjata Gaza Bawa Harapan, Namun Krisis Masih Mengkhawatirkan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)