Ilustrasi gempa. Foto: Medcom.id.
BMKG Catat Ada 14 Gempa Susulan di Bantul
Atalya Puspa • 27 January 2026 15:31
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi pascagempa tektonik yang mengguncang wilayah Bantul dan sekitarnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 27 Januari 2026. Per pukul 13.45, jumlah gempa susulan mencapai 14 kali.
“Hingga pukul 13.45.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas 14 gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M2.0,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 27 Januari 2026.
BMKG menjelaskan gempa utama terjadi pada pukul 13.15.32 WIB. Episenter di darat, sekitar 16 kilometer arah timur Bantul, pada kedalaman 11 kilometer.
Baca Juga :
Gempa M4,5 Guncang DIY, BMKG Minta Warga Waspada
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” ungkap Daryono.
.jpg)
Ilustrasi gempa. Foto: Medcom.id
BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa maupun gempa susulan.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, serta hanya mengakses informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.