Ilustrasi PLTS milik PLN Indonesia Power. Foto: Dok PLN IP
Investasi Tahap Awal Program PLTS 100 GWp Capai Rp135 Triliun
Eko Nordiansyah • 26 August 2026 09:37
Jembrana: Pemerintah membutuhkan investasi sekitar Rp135 triliun untuk membangun 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 5,3 gigawatt-peak (GWp) sebagai tahap awal program PLTS 100 GWp.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Eniya Listiani Dewi menyampaikan paparan pengembangan program tersebut saat Presiden Prabowo Subianto meninjau PLTS Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
Sebanyak 14 proyek PLTS tahap awal dengan kapasitas total sekitar 5,3 GWp membutuhkan investasi sekitar USD7,7 miliar atau setara Rp135 triliun. Pembangunan proyek tahap awal tersebut diproyeksikan dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp4,6 triliun per tahun.
"Beberapa proyek telah menunjukkan hasil nyata, seperti peresmian PLTS di Pulau Rengit, Bangka Belitung, dan Pulau Sembur, Kepulauan Riau, yang berhasil menggantikan diesel secara penuh," kata Eniya dikutip dari Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.
Di Pulau Sembur, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) berbasis energi surya mendukung aktivitas nelayan dalam menyimpan hasil tangkapan.

(Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Jembrana, Bali. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden luncurkan proyek PLTS 100 GWp
Presiden melihat langsung pengembangan PLTS Gilimanuk di kawasan Monumen Operasi Lintas Jawa-Bali sekaligus mendengarkan paparan mengenai rencana pengembangan PLTS 100 GWp di berbagai wilayah Indonesia.Dalam peninjauan tersebut, Prabowo antara lain didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo, dan Gubernur Bali Wayan Koster.
Program PLTS tersebut dirancang dengan memanfaatkan lahan darat, waduk, serta atap bangunan rumah dan industri. Salah satu skenario pengembangan diarahkan untuk mengurangi hingga mengeliminasi penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel di berbagai wilayah.
Program tersebut juga ditujukan untuk memperluas akses listrik di perdesaan, mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat, serta menopang pengembangan kendaraan listrik, kompor induksi, dan hilirisasi.
Sementara itu, pemerintah menargetkan pengembangan PLTS di Bali mencapai kapasitas sekitar satu GWp.
Secara keseluruhan, program PLTS 100 GWp diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar USD73 miliar atau setara Rp1.140 triliun dengan potensi efisiensi subsidi listrik sekitar Rp73,9 triliun per tahun.
Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun dan berharap pengerjaannya bahkan dapat dipercepat menjadi dua tahun.