Samsun, warga korban gempa di Ende Selatan, NTT. Foto: Metro TV.
Warga Korban Gempa di Ende Selatan Bangun Tenda Pengungsian Mandiri
Arga Sumantri • 21 August 2026 23:20
Jakarta: Warga terdampak gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 di Kabupaten Ende, Nusa tenggara Timur (NTT) membangun posko pengungsian sementara secara mandiri. Warga membangun tenda pengungsian di halam rumah mereka.
Situasi ini dilaporkan langsung jurnalis Metro TV Dashya Huaturuk yang berada di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende. Dalam program Meet Nite Live, Dashya menggambarkan situasi pengungsian mandiri warga.
Berdasarkan pantauan Metro TV, ada sejumlah tenda yang berdiri. Beberapa tenda dikhususkan untuk kelompok lanjut usia, anak-anak, dan perempuan. Ada juga tenda khusus laki-laki.
"Tidak hanya tenda-tenda yang didirikan secara mandiri, ini juga ada dapur darurat yang dibangun khusus di luar, di halaman rumah mereka," ujar Dashya dalam program Meet Nite Live Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.
Mayoritas warga masih takut untuk beraktivitas di dalam rumah. Warga memilih melakukan segala aktivitas di luar rumah, termasuk mandi.

Meet Nite Live Metro TV.
Gempa susulan masih terjadi
Dashya mengungkapkan masih terjadi beberapa kali gempa susulan sejak tim Metro TV berada di lokasi selama lima hari terakhir. Guncangan gempa paling terasa yaitu pada Kamis sore, 20 Agustus 2026."Kami merasakan gempa di sini sehingga membuat kepanikan tersendiri dan kami pun tidak bisa membayangkan apa yang mereka rasakan ketika gempa pertama terjadi, yakni pada Sabtu lalu itu pastinya lebih kencang," ungkap Dashya.
Belum Tersentuh Bantuan
Salah satu warga, Samsun, menceritakan tenda sudah didirikan sejak hari pertama terjadinya gempa. Hingga saat ini, ia mengatakan belum ada bantuan yang masuk ke lokasi pengungsian mandiri warga di Kelurahan Paupanda."Sampai saat ini dari manapun bantuan itu belum pernah tersentuh. (Kebutuhannya) sementara mungkin tenda ya, karena di kondisi seperti ini tenda yang dibuat ini sangat darurat sekali," ujar Samsun.
Bantuan lain yang dibutuhkan warga yaitu sembako. Sejak gempa besar terjadi, banyak warga di lokasi tersebut berhenti beraktivitas, baik sebagai nelayan atau ojek.
"Sampai saat ini aktivitasnya macet. Jadi yang dibutuhkan sekarang ini tenda dan juga terpal, dan juga makanan. Kita juga butuh penerangan seperti itu ya," ungkap Samsun.