Gibran Temui Korban Gempa Melahirkan di Tenda Rawat

Wapres Gibran Rakabuming menggendong bayi baru lahir saat berdialog bersama pasien di tenda perawatan RSUD TC Hillers di Kab. Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026) ANTARA/Prisca Triferna

Gibran Temui Korban Gempa Melahirkan di Tenda Rawat

Siti Yona Hukmana • 20 August 2026 16:29

Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming berdialog dengan seorang ibu yang melahirkan di ruangan darurat Rumah Sakit Umum Daerah TC Hillers Maumere pascagempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedatangannya untuk memastikan kebutuhan terpenuhi.

"Nanti tolong itu ditambahi penutupnya," kata Wapres kepada jajaran pengurus rumah sakit, dilansir Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sang ibu itu melahirkan anak perempuannya dengan selamat dan sehat. Pada kesempatan itu, Wapres juga memastikan kepada para pasien, yang kebanyakan ibu melahirkan, bahwa penanganan pascagempa akan terus ditingkatkan agar pasien dapat kembali dirawat di ruangan dan rumah mereka dapat kembali diperbaiki.

Bahkan dalam dialog tersebut, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sempat berkelakar agar Wapres memberikan nama salah satu bayi yang baru lahir. Selain meninjau tenda perawatan darurat, Wapres berkeliling melihat fasilitas rumah sakit termasuk ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan intensif. Wapres juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah bayi yang dirawat di luar ruangan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.

Sebelumnya, Wapres Gibran sudah meninjau SD Inpres Wairklau untuk melihat para pengungsi. Kemudian, mengecek kerusakan Pelabuhan Laurentius Say di Maumere akibat gempa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada 71 korban jiwa akibat gempa NTT hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB. Sementara itu, total pengungsi di seluruh wilayah NTT saat ini sebanyak 59.647 orang, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Manggarai.

(Siti Yona Hukmana)