Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat, 26 Juni 2026. ANTARA/HO-Kemenhaj
Menhaj Gus Irfan Tekankan Pelayanan Jemaah Jadi Prioritas Ekosistem Haji dan Umrah
Whisnu Mardiansyah • 26 June 2026 21:07
Jakarta: Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan layanan ibadah yang aman, nyaman, serta memberikan kepastian bagi jemaah.
"Seluruh ekosistem harus tumbuh dalam satu arah, yaitu pelayanan jamaah yang aman, nyaman, tertib sesuai syariat, transparan, akuntabel, dan bermartabat," kata Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), seperti dilansir Antara, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Gus Irfan, penguatan ekosistem industri umrah merupakan bagian dari implementasi amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun tata kelola industri yang profesional. Di sisi lain, kepatuhan terhadap regulasi, baik oleh penyelenggara pemerintah maupun swasta, menjadi fondasi agar penyelenggaraan haji dan umrah berjalan secara berkeadaban serta memberikan kepastian bagi seluruh pihak.
Ibadah haji. Foto: Metro TV/Misbahol
Gus Irfan juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, berbagai inovasi dan praktik baik yang telah berjalan akan terus dipertahankan, sementara aspek yang masih memerlukan penyempurnaan akan menjadi fokus evaluasi pada musim haji mendatang.
“Menjaga dan mempertahankan pengalaman baik yang telah terbukti berhasil untuk terus diterapkan, serta mengambil pengalaman baru yang lebih baik guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji,” jelasnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menghadirkan layanan ibadah yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah dari waktu ke waktu.
International Islamic Expo 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di JCC Jakarta menjadi ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam industri haji dan umrah.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, lembaga keuangan syariah, pelaku industri halal, hingga mitra internasional untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.