Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono. ANTARA/Harianto
Kemenhub: LRT Jabodebek ke Bogor Sedang Tahap Kajian
Achmad Zulfikar Fazli • 29 June 2026 07:42
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan rencana perpanjangan layanan LRT Jabodebek menuju Bogor masih dalam kajian. Pendalaman layanan tersebut dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero).
"LRT Jabodebek ke Bogor, PT KAI, PT Adhi Karya sedang lakukan kajian," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono, dilansir dari Antara, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Allan, rencana perpanjangan LRT Jabodebek menuju Bogor memiliki dasar hukum melalui Peraturan Presiden yang diterbitkan pada 2015.
Kemenhub menunggu rencana lanjutan dari PT KAI dan PT Adhi Karya, termasuk skema pendanaan yang akan digunakan untuk merealisasikan perpanjangan layanan tersebut.
"Dan, kita menunggu rencana dari PT KAI maupun PT Adhi Karya terkait kelanjutannya, skema pendanaannya seperti apa," beber Allan.
Allan belum menjelaskan lebih lanjut mengenai pengembangan LRT Jabodebek ke Bogor. Pihaknya masih menunggu hasil kajian yang disusun PT KAI dan PT Adhi Karya.

Ilustrasi LRT. Foto: dok. Kemenhub
Baca Juga:
Pramono Ungkap Proyek Pembangunan Prioritas Jelang 5 Abad Jakarta |
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan rencana perpanjangan rute LRT Jabodebek hingga Bogor. Rencana tersebut masuk dalam master plan pengembangan perusahaan.
Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa, membenarkan rencana tersebut dan menyatakan pengembangannya masih dibahas bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.
Dia menjelaskan kajian yang sedang dilakukan mencakup berbagai aspek, antara lain potensi bisnis, penentuan rute, pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), serta aspek pendukung lainnya sebelum rencana tersebut dilanjutkan.
"Secara master plan, dulu memang sudah ada rencana sampai Bogor. Kami dengan DJKA (Kemenhub) tentunya sedang mengkaji kembali potensi bisnis, potensi TOD, dan lain sebagainya sehingga biaya yang besar itu bisa kita justifikasi dengan peningkatan penumpang," kata Gede di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat, 22 Mei 2026.