Taman Indonesia I Ketut Wirta Resmi Dibuka di Prancis, Siap Promosikan Budaya RI

Suasana Taman Indonesia "Jardin Indonésien – I Ketut Wirta". Foto: Dok.KBRI Paris

Taman Indonesia I Ketut Wirta Resmi Dibuka di Prancis, Siap Promosikan Budaya RI

Muhammad Reyhansyah • 30 June 2026 11:25

Bretagne: Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar meresmikan Taman Indonesia "Jardin Indonésien – I Ketut Wirta" di Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne, Sabtu, 27 Juni 2026. 

Taman bertema Indonesia terbesar di Prancis tersebut diharapkan menjadi pusat promosi budaya dan pariwisata Indonesia bagi masyarakat Prancis. Peresmian taman itu dinilai menjadi tonggak penting diplomasi budaya Indonesia di Prancis. 


Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar meresmikan taman. Foto: Dok.KBRI Paris


Berdiri di atas lahan seluas lebih dari satu hektare di dalam kompleks Tropical Parc yang memiliki luas lebih dari lima hektare, taman tersebut dirancang menyerupai lanskap tradisional Indonesia dengan memadukan arsitektur dan vegetasi khas Nusantara.

Dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Taman Indonesia dibangun oleh keluarga Giquel, pengelola Tropical Parc, yang selama puluhan tahun memiliki ketertarikan terhadap alam dan budaya Indonesia. 



Nama "I Ketut Wirta" disematkan sebagai penghormatan kepada almarhum I Ketut Wirta yang memperkenalkan keluarga tersebut pada kekayaan budaya Indonesia. Seluruh elemen taman merupakan hasil kolaborasi dengan para perajin dari Bali, Lombok, Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Toraja.

Pengunjung dapat menikmati berbagai ikon budaya Nusantara, mulai dari rumah adat Nusa Tenggara Timur, rumah Toraja, rumah Joglo, lumbung padi Bali (jineng), stupa yang terinspirasi Candi Borobudur, patung-patung Hindu, sekitar 100 pohon palem, kolam, ribuan tanaman tropis, hingga hamparan sawah terasering yang menghadirkan nuansa Indonesia di wilayah Bretagne.

Simbol Persahabatan Indonesia-Prancis

Dalam sambutannya, Dubes Oemar mengatakan peresmian taman tersebut bukan hanya menghadirkan ruang budaya baru, tetapi juga menjadi simbol eratnya hubungan Indonesia dan Prancis.

"Hari ini, kita tidak hanya meresmikan sebuah taman yang indah tetapi kita merayakan persahabatan panjang antara Indonesia dan Prancis. Taman Indonesia ini adalah jembatan yang menghubungkan kedua bangsa melalui budaya, alam, dan rasa saling menghormati," ujar Dubes Oemar.



Sementara itu, perwakilan keluarga Giquel, Erven Giquel, menyebut pembangunan Taman Indonesia merupakan hasil kerja keras selama lebih dari empat dekade setelah keluarga tersebut menjelajahi berbagai daerah di Indonesia untuk mengenal budaya Nusantara. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para perajin Indonesia yang berkontribusi menghadirkan warisan budaya Nusantara di Prancis.

Wali Kota Saint-Jacut-les-Pins Sophie Bouchon menilai kehadiran Taman Indonesia semakin memperkuat daya tarik Tropical Parc sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah Bretagne. 

Peresmian taman tersebut dihadiri sekitar 150 tamu yang terdiri atas pengelola Tropical Parc, otoritas regional, pelaku pariwisata, media lokal, masyarakat, dan diaspora Indonesia di Prancis. Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari dan musik Indonesia.



KBRI Paris menyebut Tropical Parc yang menerima lebih dari 100 ribu pengunjung setiap tahun diharapkan menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan seni, tradisi, dan arsitektur Indonesia kepada masyarakat Prancis. 

Ke depan, kawasan Taman Indonesia akan terus dikembangkan melalui perluasan area, penambahan koleksi rumah adat, serta pembangunan Museum Seni Tradisional Indonesia yang ditargetkan dibuka pada 2027.

(Fajar Nugraha)