Program restorasi terumbu karang di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang. Foto: dok Pupuk Kaltim.
Indonesia Tegaskan Komitmen Restorasi dan Konservasi Terumbu Karang
Husen Miftahudin • 2 August 2026 21:43
Jakarta: Indonesia menegaskan komitmen dalam menjalankan program restorasi dan konservasi terumbu karang secara berkelanjutan. Ini dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Auckland, Selandia Baru, pada 19–24 Juli 2026.
Dalam forum ilmiah yang mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi konservasi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara itu, Pupuk Kaltim membagikan pengalaman menjalankan program restorasi terumbu karang di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang, yang telah berlangsung selama 15 tahun.
Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia pada ICRS 2026. Forum tersebut diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara. Perusahaan mempresentasikan dua karya ilmiah, yakni presentasi oral berjudul Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration serta poster ilmiah Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance.
Perwakilan delegasi Pupuk Kaltim Astri Agustina mengatakan kedua karya tersebut menggambarkan pendekatan perusahaan dalam mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, tata kelola, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam program restorasi terumbu karang.
"Dua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam restorasi terumbu karang," ujar Astri seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurut Astri, karya ilmiah tersebut menunjukkan praktik keberlanjutan yang dikembangkan sektor industri dapat memberikan kontribusi nyata sekaligus menjadi referensi dalam pengelolaan ekosistem pesisir berbasis sains dan kolaborasi.
Restorasi dimulai sejak 2011
Program rehabilitasi terumbu karang Pupuk Kaltim dimulai pada 2011 sebagai respons atas kerusakan lebih dari 50 persen terumbu karang di perairan Bontang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
Perusahaan kemudian menginisiasi rehabilitasi kawasan Tebok Batang melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.
"Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang, serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang," terang Astri.
Hingga 2025, Pupuk Kaltim telah mengonservasi area seluas 2,23 hektare dari total izin PKKPRL seluas 10 hektare. Program tersebut turut mendorong peningkatan keanekaragaman hayati. Tercatat populasi ikan karang mencapai 57 famili, sedangkan populasi karang meningkat menjadi 69 genus pada 2025.
Selain memulihkan ekosistem laut, kawasan Tebok Batang kini berkembang sebagai model konservasi berbasis kolaborasi yang melibatkan kelompok nelayan dalam pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga pemantauan berkala.

(Keikutsertaan Pupuk Kaltim dalam ajang 16th ICRS 2026 di Auckland, Selandia Baru. Foto: dok Pupuk Kaltim)
Perkuat kontribusi terhadap SDGs
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam ICRS 2026 mencerminkan komitmen menjalankan prinsip ESG sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 14 (Life Below Water).
"Kami sampaikan apresiasi kepada delegasi Pupuk Kaltim yang telah mewakili Indonesia pada forum ICRS. Ini menunjukkan inisiatif keberlanjutan yang lahir dari operasional perusahaan mampu memberi kontribusi nyata dan memperoleh pengakuan dari komunitas global," ujar Anggono.
Ke depan, Pupuk Kaltim akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan mitra strategis agar program konservasi laut memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kota Bontang.
"Kami percaya, masa depan ekosistem laut tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus hadir bergandeng tangan memastikan sumber daya laut kita tetap lestari dan terjaga," tutup Anggono.