Meski Tak Percaya AS, Iran Tegaskan Komitmen Pada Perundingan

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Foto: Metrotvnews.com

Meski Tak Percaya AS, Iran Tegaskan Komitmen Pada Perundingan

Muhammad Reyhansyah • 11 February 2026 06:04

Jakarta: Pemerintah Iran menegaskan tetap membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat (AS) dalam perundingan nuklir.

Sikap itu tetap mereka dahulukan meski mengakui masih menyimpan ketidakpercayaan terhadap Washington.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyusul berakhirnya putaran terbaru perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan AS yang digelar di Oman pada Jumat lalu.

“Ya, kami sedang berusaha berbicara dengan Amerika Serikat. Tapi kami tidak mempercayai mereka,” ujar Dubes Boroujerdi saat ditemui awak media di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Dubes Boroujerdi mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu menjadi alasan utama Iran bersikap waspada. Menurutnya, dalam perundingan sebelumnya, Iran justru menjadi sasaran serangan di tengah proses diplomasi.

“Terakhir kali kami bernegosiasi, di tengah-tengah perundingan mereka justru menyerang Iran. Karena itu, kali ini kami tetap bernegosiasi, tetapi juga bersiap menghadapi segala kemungkinan,” katanya.

Meski demikian, Dubes Boroujerdi menegaskan bahwa Iran tetap mengedepankan jalur damai dan berharap perundingan dengan AS dapat berlangsung secara serius dan konstruktif.

“Kami berharap mereka sungguh-sungguh dalam bernegosiasi. Jika itu terjadi, kami tentu sangat senang. Kami tidak menyukai perang. Kami menginginkan perdamaian dan keamanan di kawasan,” tegasnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu mempertahankan diri jika menghadapi ancaman militer.

“Kami siap menghadapi segala bentuk serangan. Kami mampu membela diri. Kami kuat, tetapi kami tidak ingin berperang dengan siapa pun,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkan perundingan tersebut sebagai “awal yang baik,” seraya menyatakan bahwa dialog dapat berlanjut apabila suasana saling tidak percaya dapat diatasi. 

Ia mengatakan telah disepakati bahwa proses ini akan diteruskan dan kedua pihak berpeluang kembali bertemu di Muscat, Oman, pada waktu mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)