Mentor Ungkap Kualitas UMKM di JJN Season 5, Ada yang Beromzet Miliaran

Mentor JJN season 5, dok: MetroTV

Mentor Ungkap Kualitas UMKM di JJN Season 5, Ada yang Beromzet Miliaran

Putri Purnama Sari • 5 March 2026 15:27

Jakarta: Program Juragan Jaman Now (JJN) Season 5 Metro TV kembali menghadirkan persaingan UMKM dengan kualitas yang semakin berkembang. Dari total 237 pendaftar, kini hanya 36 UMKM terpilih yang berhasil lolos tahap kurasi dan akan melanjutkan perjalanan mereka di kompetisi tersebut.

Menurut para mentor, kualitas peserta pada musim kelima ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Peserta Dinilai Lebih Siap dan Matang

Salah satu mentor, Peter Shearer, menilai para peserta di season kali ini datang dengan persiapan yang jauh lebih matang. Hal tersebut tidak terlepas dari pengalaman mereka menyaksikan musim-musim sebelumnya.

Menurutnya, para pelaku usaha sudah memahami pola pertanyaan dari panelis dan kebutuhan yang biasanya dicari dalam program tersebut.

“Karena ini sudah season kelima, mereka sudah bisa melihat dari tayangan-tayangan JJN sebelumnya. Jadi mereka sudah mempersiapkan lebih dulu, sudah tahu kira-kira panelis akan bertanya apa dan kebutuhannya seperti apa, dari sisi kesiapan mereka lebih matang," kata Peter, dalam program Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa kesiapan peserta membuat proses seleksi menjadi semakin kompetitif.
 

Banyak UMKM dengan Skala Bisnis Lebih Besar

Hal lain yang menjadi sorotan para mentor adalah meningkatnya skala bisnis peserta. Jika pada musim awal sebagian besar peserta masih berada pada tahap usaha mikro, kini banyak pelaku usaha yang sudah memiliki omzet jauh lebih besar.

Sementara itu, mentor Tom MC Ifle mengungkapkan bahwa beberapa peserta bahkan telah memiliki omzet hingga miliaran rupiah dan sudah berada pada tahap siap berkembang lebih besar.

“Kalau dulu banyak yang omzetnya lima sampai sepuluh juta per bulan dan masih skala dapur rumahan, sekarang ada yang omzetnya sudah miliaran. Mereka sebenarnya sudah siap scale, tapi mungkin kurang sentuhan sedikit,” ujar Tom.

Menurutnya, masukan dari panelis dan mentor nantinya akan menjadi nilai tambah bagi para peserta untuk membawa bisnis mereka naik kelas.

Kesadaran Program Semakin Tinggi



Sementara itu, mentor Peter Shearer menilai meningkatnya kualitas peserta tidak lepas dari semakin tingginya kesadaran pelaku usaha terhadap program Juragan Jaman Now.

Ia menyebut, banyak pelaku UMKM yang kini tertarik mengikuti program tersebut karena melihat manfaat yang diperoleh peserta di musim-musim sebelumnya.

“Karena ini sudah season kelima, awareness nya sudah ada sehingga yang masuk mendaftar jauh lebih banyak dan berkualitas,” lanjut Peter.

Ia menambahkan bahwa proses kurasi menjadi lebih menantang karena banyak peserta yang memiliki produk dan presentasi yang sangat baik.

Dominasi F&B Masih Terlihat

Dari sisi sektor bisnis, mentor mengungkapkan bahwa peserta masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman (F&B).

Sekitar 60 persen peserta berasal dari bidang F&B, sementara 40 persen lainnya berasal dari sektor industri kreatif seperti art and craft.

Meski begitu, variasi produk dinilai semakin beragam. Tidak hanya usaha makanan ringan atau restoran, tetapi juga bisnis kuliner dengan konsep yang lebih unik seperti usaha steak hingga produk kreatif berbasis daur ulang.
 

Kisah Unik dan Inspiratif dari Peserta

Selain kualitas bisnis, para mentor juga menemukan sejumlah kisah unik dari peserta yang lolos seleksi. Salah satunya adalah bisnis yang mengolah tusuk sate dan sumpit bekas menjadi furnitur. Produk tersebut dinilai menarik karena mengubah limbah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

Di sisi lain, ada pula peserta yang memberikan inspirasi melalui kisah perjuangan pribadi. Peter mengungkapkan bahwa salah satu peserta merupakan penyandang tunanetra yang berhasil menjalankan bisnisnya secara mandiri.

“Yang menarik ada peserta disabilitas, tunanetra, tetapi beliau tetap mampu menjalankan perusahaannya terlepas dari keterbatasannya. Itu yang membuat saya sangat excited dengan season ini,” tambah Peter.

Menurutnya, kisah-kisah seperti ini akan memberikan inspirasi bagi banyak pelaku usaha lainnya.

Banyak Peserta dari Berbagai Daerah

Menariknya, peserta Juragan Jaman Now Season 5 tidak hanya berasal dari kota besar. Beberapa pelaku usaha datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari luar Pulau Jawa.

"Produk semakin variatif dan pesertanya banyak luar kota dan dari luar pulau, ada yang dari Bengkulu, dan banyak kota lainnya," lanjut Peter.

Keberagaman latar belakang ini membuat kompetisi semakin menarik karena setiap peserta membawa cerita dan potensi bisnis yang berbeda.

Para mentor menilai bahwa sebagian besar dari 36 peserta yang lolos memiliki potensi bisnis yang scalable atau mampu berkembang lebih besar. Dengan bimbingan mentor serta masukan dari para panelis, diharapkan para pelaku usaha tersebut dapat meningkatkan kualitas bisnis mereka dan memperluas pasar.

Bagi para mentor, Juragan Jaman Now Season 5 bukan hanya sekadar kompetisi bisnis, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk berkembang dan berbagi inspirasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)