BMKG Pantau 3 Bibit Siklon, Warga Diminta Waspada

Ilustrasi Hujan. Foto: Medcom.id

BMKG Pantau 3 Bibit Siklon, Warga Diminta Waspada

Atalya Puspa • 3 March 2026 20:38

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Dampak yang ditimbulkan meliputi hujan sedang hingga lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah perairan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta hingga Selasa, 3 Maret 2026, pukul 07.00 WIB, tiga sistem yang teridentifikasi ialah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria selatan Papua Selatan.

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar (hoaks),” ujar Faisal.
 


Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, Bibit Siklon 90S memiliki peluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan. Sementara itu, 93S dan 92P berpeluang rendah untuk berkembang, namun tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi perairan Indonesia.

“Kemunculan ketiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara. Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya area pertemuan angin di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Potensi angin kencang juga dapat melanda Bali, DI Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, hingga pesisir selatan Papua Selatan.


Cuaca ekstrem. Foto: Metrotvnews.com

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani menambahkan, peningkatan kecepatan angin berdampak pada tinggi gelombang di sejumlah perairan. Gelombang kategori sedang hingga tinggi (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.

Adapun gelombang tinggi 2,5–4 meter diprakirakan muncul di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

“BMKG akan terus melakukan pemantauan secara intensif dan memperbarui informasi perkembangan sistem tersebut secara berkala,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, serta mengantisipasi dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan tanah longsor, khususnya di wilayah rawan. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut juga diminta memperhatikan informasi prakiraan tinggi gelombang sebelum berlayar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)