2.557 Pendaki Siap Kibarkan Merah Putih di Puncak Bawakaraeng

Tim SAR gabungan melaksanakan Siaga Khusus Merah Putih untuk mengantisipasi kondisi darurat terhadap pendaki di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, 16 Agustus 2026.

2.557 Pendaki Siap Kibarkan Merah Putih di Puncak Bawakaraeng

Muhammad Syawaluddin • 16 August 2026 20:50

Makassar: Sebanyak 2.557 orang tercatat akan melakukan pendakian di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Mereka berniat menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di puncak sebagai bentuk peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar memberlakukan Siaga Khusus Merah Putih sejak 15-18 Agustus 2026 guna mengantisipasi kemungkinan situasi darurat selama kegiatan pendakian berlangsung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa pada hari kedua masa siaga, pihaknya mencatat sekitar 2.000 pendaki telah bergerak menuju puncak Gunung Bawakaraeng.

"Hingga pembaruan terakhir, jumlah pendaki yang terdata mencapai 2.557 orang," katanya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, 16 Agustus 2026.

Posko yang didirikan difungsikan untuk registrasi para pendaki yang akan naik ke Gunung Bawakaraeng. Mereka menjalani pemeriksaan sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan untuk melaksanakan upacara bendera di puncak.

"Rinciannya 94 orang melalui jalur registrasi Lembanna, 1.195 orang melalui Bulu Balea, 872 orang melalui Tassoso, dan 396 orang melalui Kanreapia," jelasnya.
 


Arif menjelaskan, sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan insiden selama pendakian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menyelenggarakan Siaga Khusus Merah Putih selama 15–18 Agustus 2026.

"Kami menyiagakan personel di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian hingga kawasan puncak," ujarnya.

Basarnas Makassar menempatkan tim di sejumlah lokasi, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, kawasan puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.

"Sebanyak 211 personel dari berbagai unsur SAR turut terlibat dalam operasi Siaga Khusus tersebut," ungkapnya.

Muhammad Arif Anwar menambahkan, hingga kini belum ada laporan mengenai pendaki yang mengalami kondisi gawat darurat, baik sakit, meninggal dunia, maupun membutuhkan pertolongan segera.

"Sampai saat ini situasi masih aman dan belum ada laporan pendaki yang mengalami trouble. Meski demikian, kami mengimbau seluruh pendaki tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, membawa perlengkapan yang sesuai, serta mengikuti arahan petugas dan relawan di lapangan," katanya.

Basarnas Makassar juga mengingatkan para pendaki untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan tidak memaksakan diri jika mengalami kelelahan atau masalah kesehatan.

"Semangat memperingati kemerdekaan harus tetap dibarengi dengan kesadaran keselamatan. Jangan sampai euforia pendakian membuat kita mengabaikan kondisi diri sendiri maupun lingkungan," tuturnya.

Siaga Khusus Merah Putih akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026. Selama masa tersebut, personel SAR gabungan tetap bertugas di titik-titik yang telah ditentukan untuk melakukan pemantauan serta siaga cepat jika terjadi keadaan darurat.

Basarnas Makassar mengimbau seluruh pendaki untuk mengutamakan keselamatan selama mengikuti rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gunung Bawakaraeng.

(Whisnu M)