Seskab Teddy Indra Wijaya berdialog dengan siswa Sekolah Rakyat di Jakarta. Dok Setkab.
Analis Nilai Pola Komunikasi Seskab Teddy Sederhana dan Efektif
Arga Sumantri • 23 April 2026 23:18
Jakarta: Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai kunjungan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ke Sekolah Rakyat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, sebagai contoh komunikasi publik yang efektif. Kendati, tampak sederhana.
"Memang sih sesederhana itu, tapi ini perlu disoroti karena jarang ada yang mau, saya kira banyak pejabat yang tahu ada masalah seperti ini, tapi kan tahu saja tidak cukup," ujar Hendri, Kamis, 23 April 2026.
Teddy bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengecek langsung kondisi anak-anak yang selama ini putus sekolah. Hendri menilai positif cara-cara terjun langsung ke masyarakat.
"Kalau pejabat mau hadir, mau duduk, mau bicara langsung dengan anak-anak itu, tidak perlu banyak kata-kata lagi. Publik sudah bisa menilai sendiri mana yang serius dan mana yang tidak," kata Hendri.
Teddy hanya berinteraksi langsung dengan anak-anak dan pernyataan singkat berbasis pada apa yang dilihat di lapangan.
"Ini saya melihatnya sebagai komunikasi yang jujur, action dulu, baru bicara, bukan sebaliknya. Datang, lihat, dengar, lalu sampaikan apa adanya. Itu justru yang paling susah dilakukan," ujar Hendri.
Ia mengindikasikan ada perbaikan pola komunikasi publik dari Istana. Komunikasi publik yang dibutuhkan saat ini, menurut dia, bukan soal seberapa sering pejabat tampil di media, melainkan apakah kehadiran itu terasa genuine atau tidak di mata publik.
"Kalau ini konsisten dilakukan, bukan cuma sekali lalu selesai, tidak perlu saya yang bilang bagus atau tidak, tapi masyarakat sendiri yang akan menyimpulkan," kata Hensa.

Seskab Teddy Indra Wijaya saat meninjau Sekolah Rakyat di Jakarta. Dok Setkab.
Sebelumnya, Teddy ikut mengecek kesiapan Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu, bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufik.
Dalam acara itu, Seskab juga menemui para calon siswa Sekolah Rakyat, yang mayoritas berasal dari keluarga desil 1 atau kategori miskin ekstrem.
"Jadi, adik-adik selamat datang di sini. (Sekolah Rakyat, red.) ini belum beroperasi, sehingga Pak Mensos mengajak saya untuk mengecek sekolahnya,” kata Teddy.
Teddy juga melakukan dialog langsung dengan para calon siswa. Salah satunya adalah Muhammad Al-Jabbar yang sebelumnya menjadi pengamen jalanan dan belum pernah sekolah. Teddy pun berpesan agar para siswa dan siswi belajar dengan baik dan berharap mereka bisa meraih mimpi masing-masing.
"Di sini nanti adik-adik tidak boleh sedih lagi. Belajar yang baik, insyaallah bisa membanggakan keluarga dan meraih cita-cita," ujar Teddy.