Polisi Selidiki Ledakan Mercon di Musala Blitar

Polisi menunjukkan bagian dari bangunan yang rusak diduga akibat ledakan bubuk mercon di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. ANTARA/ HO-Polsek Udanawu Blitar

Polisi Selidiki Ledakan Mercon di Musala Blitar

Silvana Febiari • 18 March 2026 00:55

Blitar: Kepolisian Resor (Polres) Blitar, Jawa Timur, menyelidiki dentuman keras diduga ledakan bubuk mercon di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Ledakan tersebut menyebabkan dua warga terluka.

Kapolsek Udanawu AKP Ahmad Rochan mengemukakan pihaknya mendapatkan laporan adanya dentuman suara cukup keras di area musala Desa Bakung.

"Setelah kami menerima laporan langsung datangi tempat kejadian perkara dan betul ada dua korban yang langsung kami larikan ke rumah sakit," katanya, dikutip dari Antara, Selasa, 17 Maret 2027. 
 


Ia menjelaskan, dua orang itu adalah MAP (16) dan MZ (19), keduanya warga Desa Jambean, Kecamatan Ringinrejo , Kabupaten Kediri. Kedua korban saat ini masih dirawat di rumah sakit wilayah Kecamatan Srengat. Mereka mengalami luka cukup parah usai ledakan bubuk mercon tersebut.

Ia menambahkan, suara ledakan bubuk mercon itu juga mengakibatkan kerusakan fisik di area musala. Plafon musala bagian belakang hancur berantakan. Selain itu, bagian pintu dan kaca serta sejumlah meja mengaji di musala juga rusak akibat kerasnya suara dentuman.

Pihaknya masih mendalami kejadian tersebut termasuk meminta keterangan dari warga dan para korban. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian untuk mencari penyebab pasti ledakan tersebut.


Polisi menunjukkan bagian dari bangunan yang rusak diduga akibat ledakan bubuk mercon di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. ANTARA/ HO-Polsek Udanawu Blitar


Dari laporan yang diterimanya, sesaat setelah kejadian, bau bubuk mercon sangat kuat tercium. Asap pekat sempat memenuhi area musala setelah ledakan terjadi.

Polisi sudah menyita sejumlah barang bukti di antaranya beberapa selongsong petasan dengan diameter hingga 4 sentimeter dan 8 sentimeter, sebuah obeng, serta beberapa gulungan kertas yang diduga untuk petasan.

"Kami masih lakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk keluarga korban atas keberadaan korban berada di musala," ujar Rochan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat berhati-hati dan tidak menggunakan barang berbahaya termasuk bubuk mercon. Selain bisa membahayakan diri sendiri, juga bisa melukai orang lain.

Kejadian serupa sebelumnya juga terjadi di Kabupaten Kediri. Diduga karena ledakan bubuk mercon, atap rumah warga di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, hancur.

Kejadian ledakan tersebut terjadi hingga dua kali pada Minggu malam, 15 Maret 2026. Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di bagian belakang rumah yang dihuni oleh, Moh. Yasin (59). Saat itu, penghuni rumah berada di dalam rumah.

Ia keluar karena kaget. Sesaat setelahnya terjadi ledakan kedua. Hingga bagian atap rumah mengalami kerusakan parah.

Polisi menemukan benda mencurigakan yang diduga terkait dengan bahan pembuatan mercon. Saat ini, benda tersebut masih dalam penyelidikan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)