Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Tiongkok Minta Iran-AS Jaga Gencatan Senjata dan Buka Kembali Selat Hormuz
Dimas Chairullah • 2 May 2026 17:48
New York: Duta Besar Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Fu Cong, menegaskan bahwa mempertahankan gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Iran saat ini merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak.
Ia juga meyakini bahwa isu pemblokiran Selat Hormuz akan menjadi agenda utama perundingan jika jalur strategis tersebut masih tertutup saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada bulan ini.
Berbicara kepada para wartawan di markas PBB pada hari Jumat, 1 Mei waktu setempat, Dubes Fu menekankan bahwa Selat Hormuz harus segera dibuka kembali secepat mungkin.
Ia menyatakan keprihatinan mendalam pihak Beijing atas sejumlah pernyataan baru-baru ini yang mengisyaratkan bahwa gencatan senjata tersebut hanya bersifat sementara dan adanya wacana untuk memulai babak serangan berikutnya.
"Iran perlu mencabut pembatasannya di Selat Hormuz, dan AS perlu mencabut blokade angkatan lautnya. Masalah yang paling mendesak adalah menjaga gencatan senjata. Dan gencatan senjata itu harus berlangsung lama, dan harus ada negosiasi dengan iktikad baik antara kedua belah pihak," ujar Dubes Fu, sebagaimana dikutip dari laporan AsiaOne, Sabtu, 2 Mei 2026.
Lebih lanjut, Dubes Fu menyerukan agar komunitas internasional segera dimobilisasi untuk secara kolektif menyuarakan penentangan keras terhadap segala wacana dimulainya kembali pertempuran.
Rencana Lawatan Trump
Ketika ditanya secara spesifik mengenai rencana lawatan Presiden Trump, Dubes Fu kembali memastikan bahwa nasib Selat Hormuz dipastikan akan mendominasi pembicaraan bilateral kedua pemimpin negara jika krisis di perairan itu tak kunjung usai.Dalam kesempatan yang sama, Dubes Fu juga dengan tegas menepis tudingan dari sejumlah pejabat AS mengenai adanya dugaan kerja sama militer antara Tiongkok dan Iran. Ia menyebut klaim dari pihak Washington tersebut sama sekali "tidak benar."
Pengarahan Dubes Fu ini disampaikan pada awal masa kepresidenan Tiongkok selama sebulan penuh di Dewan Keamanan PBB. Ia turut mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dijadwalkan akan memimpin langsung sesi dewan tersebut pada tanggal 26 Mei mendatang.
Sementara itu, pihak Departemen Luar Negeri AS hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi ketika ditanya mengenai ada tidaknya rencana pertemuan khusus antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dengan Wang Yi selama kunjungannya di AS nanti.
Baca juga: Temui Xi Jinping, Trump Jadwalkan Kunjungan ke Tiongkok pada Mei