Ilustrasi AIDS/Metro TV/Medcom.id
123 Kasus HIV/AIDS dalam 3 Bulan, Sultra Perketat Skrining Pendatang
Lukman Diah Sari • 30 April 2026 12:10
Kendari: Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggaet Balai Karantina untuk memperkuat proses skrining penyakit menular HIV/AIDS terhadap pendatang Bumi Anoa. Langkah ini diambil menyusul temuan 123 kasus baru HIV/AIDS di Sultra pada triwulan I atau periode Januari-Maret 2026.
"Mobilitas penduduk di Sultra cukup tinggi, terutama di sektor pertambangan. Karena itu, kami mendorong penguatan skrining melalui kolaborasi dengan Balai Karantina Kesehatan guna menekan angka penularan," kata Kepala Dinkes Sultra Andi Edy Surahmat, melansir Antara, Kamis, 30 April 2026.

Kepala Dinkes Sultra Andi Edy Surahmat. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
Dia menyebutkan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan, Kota Kendari dan Kota Baubau menjadi wilayah dengan konsentrasi kasus tertinggi.
"Sebagai daerah transit dengan aktivitas pelabuhan yang padat, Baubau memiliki risiko penularan yang lebih besar, sementara Kendari menjadi titik temu aktivitas ekonomi dan pemerintahan," ujarnya.
Selain faktor mobilitas, kata Edy, terdapat juga pergeseran tren perilaku yang berisiko. Saat ini, temuan kasus terbanyak berasal dari kelompok lelaki seks lelaki (LSL) dan diikuti oleh wanita pekerja seks.
Baca Juga :
"Kami juga melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memperkuat pesan-pesan pencegahan dari sisi sosial. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat, sehingga angka penularan HIV dapat ditekan secara signifikan," jelas dia.