Trump Skeptis atas Proposal Baru Iran, Buka Peluang Lanjutkan Aksi Militer

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Skeptis atas Proposal Baru Iran, Buka Peluang Lanjutkan Aksi Militer

Dimas Chairullah • 3 May 2026 11:48

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tengah bersiap meninjau proposal perdamaian 14 poin terbaru yang diajukan Iran, namun mengaku meragukan kemungkinan penerimaannya.

Dalam pernyataannya di media sosial pada Sabtu waktu setempat, Trump mengatakan Washington masih menunggu formulasi final dari proposal tersebut.

“Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan bahwa rencana itu dapat diterima,” tulis Trump, dikutip dari TRT World, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia juga memperingatkan bahwa aksi militer dapat kembali dilanjutkan apabila Iran dianggap tidak menunjukkan perilaku yang sesuai dengan ekspektasi Washington.

Trump menilai Iran belum membayar harga yang cukup atas tindakan-tindakannya selama puluhan tahun terakhir.

Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa Tehran telah menyerahkan proposal perdamaian baru berisi 14 poin kepada para mediator internasional.

Rencana tersebut disebut bertujuan mengakhiri perang secara permanen dan mencakup berbagai isu strategis, termasuk pengaturan keamanan regional, pencabutan sanksi, serta pembahasan lanjutan terkait program nuklir Iran.

Menurut laporan tersebut, Iran menuntut penarikan penuh pasukan AS dari kawasan, pencabutan seluruh sanksi ekonomi, dan kompensasi atas kerusakan akibat konflik.

Tehran juga dikabarkan mendorong penyelesaian seluruh isu utama dalam jangka waktu lebih singkat dibanding usulan gencatan senjata jangka panjang dari pihak AS.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah proposal tersebut akan menjadi dasar baru perundingan damai atau justru memperpanjang kebuntuan diplomatik yang masih berlangsung.

Baca juga:  Iran Serahkan Proposal Perdamaian 14 Poin ke Pakistan untuk Akhiri Perang dengan AS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)