Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan berbau menyengat diduga akibat pencemaran dari Kali Cilengsi di Kabupaten Bogor. (Metrotvnews.com/ Antonio)
Sumber Pencemaran Kali Bekasi Diduga Berasal dari Bogor
Antonio • 6 August 2026 12:52
Bekasi: Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan berbau menyengat akibat dugaan pencemaran dari Kali Cilengsi di Kabupaten Bogor. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kiswatiningsih menyebut kondisi itu menunjukkan penurunan kualitas air yang perlu segera ditangani.
Kiswatiningsih mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan serta pengambilan sampel air permukaan Kali Cileungsi di samping Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada 20 Juli 2026 dan di Kali Bekasi pada 22 Juli 2026.
"Hasil pengujian UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi menunjukkan sejumlah parameter kualitas air permukaan telah melampaui baku mutu lingkungan," kata Kiswatiningsih di Bekasi, Kamis, 6 Agustus 2026.
Selain itu, Pasukan Katak DLH Kota Bekasi melakukan penelusuran dan pemantauan aliran sungai pada 27 dan 30 Juli 2026. Tujuannya mengidentifikasi sebaran indikasi pencemaran di sepanjang aliran sungai yang melintasi wilayah Kota Bekasi.
Kiswatiningsih menerangkan, parameter tersebut meliputi Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nikel Terlarut, Seng Terlarut, Tembaga Terlarut, serta Fecal Coliform.
"Temuan tersebut mengindikasikan adanya pencemaran yang berpotensi menurunkan kualitas air di sepanjang aliran sungai," ujarnya.

Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan berbau menyengat diduga akibat pencemaran dari Kali Cilengsi di Kabupaten Bogor. (Metrotvnews.com/ Antonio)
Berdasarkan hasil pemantauan lanjutan, aliran air yang terindikasi tercemar telah bergerak hingga memasuki wilayah Pangkalan 6, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, dan terus mengalir menuju kawasan Delta Pekayon, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak pencemaran bersifat lintas wilayah. Sehingga, memerlukan penanganan secara terpadu dan kolaboratif antarinstansi.
Sebagai tindak lanjut, DLH Kota Bekasi telah menyampaikan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor untuk mendorong sinergi serta percepatan penanganan dugaan pencemaran tersebut.
"Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, titik awal yang diduga menjadi sumber pencemaran berada di wilayah administratif Kabupaten Bogor," ungkap Kiswatiningsih.
Dia berharap adanya koordinasi dan tindak lanjut dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor sesuai dengan kewenangannya. "Sehingga, upaya penanganan dapat dilakukan secara komprehensif untuk mencegah meluasnya dampak pencemaran terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah hilir," ujar Kiswatiningsih.