Salah satu pedagang usaha jasa sablon di Pasar Tanah Abang, Ibnu. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti
Pengusaha Sablon di Tanah Abang Kebanjiran Pesanan Online Jelang 17 Agustus
Nattasya Amani Vrazeti • 6 August 2026 20:05
Jakarta: Pemandangan transaksi jual beli di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menunjukkan fenomena yang cukup berbeda.
Lorong dan toko terlihat relatif lengang tanpa antrean pembeli. Namun ruang produksi pengusaha jasa sablon justru sibuk luar biasa akibat ledakan pesanan daring.
Salah satu pedagang usaha jasa sablon di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ibnu (29) mengaku pergerakan pesanan melalui daring menjadi penopang utama produksi usaha sablonnya di momen Agustusan tahun ini.
"Sekarang tuh sablon kelihatan ramai tapi enggak ada customer-nya gitu, tapi kerjaan banyak gitu. Karena pada nunggu di rumah semua,” ujar Ibnu kepada Metrotvnews.com di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ibnu mengatakan, konsumen kini cukup datang sekali ke toko untuk pemesanan awal atau langsung memesan secara online dari rumah. Proses transaksi berjalan serba cepat tanpa perlu tatap muka secara berulang.
“Sebagian tuh ada yang pertama tuh sudah pertama sekali sekali datang ke toko, nyablon, selanjutnya tuh via WhatsApp semua sudah. Jadi tinggal ngirim ukuran baju, bajunya warna apa, desain sablonnya seperti apa, itu sudah tinggal dikerjain, kirim alamat, langsung di kita ekspedisi gitu, langsung kirim ekspedisi,” tutur dia.

(Pengusaha sablon di Pasar Tanah Avang kebanjiran pesanan jelang HUT ke-81 RI. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti)
Lonjakan permintaan jelang 17 Agustus
Kendati demikian, kata Ibnu, volume pesanan yang masuk via online melonjak tajam. Ia menuturkan bahwa kenaikan pesanan mulai terasa sangat padat sejak 10 Agustus ke atas.“Kalau mendekati sih nanti tanggal, tanggal 10 ke atas itu yang padat banget itu. Kalau sekarang-sekarang tuh masih jumlah-jumlah puluhan gitu. Nah, sudah tanggal 10, tanggal 12, tanggal 14 itu sudah ratusan tuh,” ujarnya.
Menurut Ibnu, kedatangan pembeli secara tatap muka ke toko fisik umumnya hanya terjadi saat momen puncak seperti perayaan 17 Agustusan. Banyak pelanggan sengaja datang langsung ke lokasi agar pesanan mereka bisa diprioritaskan dan selesai dalam sehari.
“Langsung datang ke toko tuh biar ditungguin, sehari jadi. Kalau misalnya orang enggak datang ke toko, masuk antrean. Yang mana yang masuk duluan, itu yang kita kerjain,” ujar Ibnu.
Adapun, kata dia, volume permintaan dalam rangka perayaan HUT RI mendongkrak pendapatan usahanya secara signifikan. Ibnu mengaku, omzet harian yang dikantongi menjelang 17 Agustus mampu melesat antara Rp4 juta sampai Rp5 juta per hari.
“Cuma kalau mendekati 17-an ini dalam sehari tuh tembus sampai Rp4 juta sampai Rp5 juta itu dalam sehari omzet,” ujar Ibnu.