Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Foto: dok. Kementerian Perhubungan.
Menhub Jajaki Investor Cina-Rusia Bangun Rel Kereta Trans Kalimantan
Gabriella Thesa Widiari • 7 August 2026 08:46
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah menjajaki potensi investasi dari dalam negeri dan luar negeri untuk pembangunan jarigan rel kereta api Trans Kalimantan. Dari luar negeri, pemerintah melirik Rusia dan Cina.
"Kami sudah jajaki dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya Rusia dan China," ujar Dudy, dilansir dari Antara, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dudy menjelaskan, untuk jaringan rel kereta Trans Sumatra sudah tersedia, hanya tinggal disambungkan saja. Sedangkan jaringan rel kereta di Trans Kalimatan akan dibangun.
"Kami sudah berkoordinasi dengan KAI yang sudah menyiapkan roadmap-nya. Nanti, kemudian dari situ kami berharap ada investasi, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menggarap Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan," ujar Dudy.
Meski begitu, Dudy belum dapat memastikan mana proyek pembangunan yang akan berjalan terlebih dahulu. Sebab hal ini tergantung dari penilaian investor.
"Tergantung investor tentunya mana yang menurut mereka lebih visible ya untuk mereka garap. Saya lihat sepertinya kalau Sumatra logistiknya KAI yang lebih berminat untuk mengembangkannya, kalau di Kalimantan sepertinya dari China sama Rusia yang lebih berminat," ujar Dudy.
Sejauh ini, kata dia, komunikasi kepada investor dari luar negeri itu telah dilakukan.
"Komunikasi sudah, mereka sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti menyampaikan proposal ke kami," kata Dudy.
.jpg)
Ilustrasi jalur rel kereta api. Foto: Istimewa.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan PT KAI (Persero) bersama Kemenhub untuk menggarap pembangunan jalur kereta Trans Kalimantan. Serta melanjutkan pembangunan proyek Trans Sumatra.
Hal itu disampaikan Prabowo di tengah peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
"Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai," kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra akan menghubungkan wilayah paling selatan di Sumatra, yaitu Bakauheni di Provinsi Lampung hingga wilayah paling utara Pulau Sumatra. Presiden menyatakan proyek tersebut menjadi target yang harus diwujudkan oleh PT KAI dan Kementerian Perhubungan.