Para petugas gabungan melakukan pompanisasi pascabanjir yang terjadi di Provinsi Bali pada Selasa (24/2). (Dok BNPB)
Bali Dikepung Banjir, Denpasar hingga Kuta Terdampak
Lukman Diah Sari • 26 February 2026 09:40
Jakarta: Banjir menerjang wilayah Provinsi Bali pada Selasa, 24 Februari 2026, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah daerah. Peristiwa ini berdampak pada wilayah Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Kabupaten Tabanan banjir terjadi di Kecamatan Kediri, tepatnya di Kelurahan Kediri. Sebanyak tiga kepala keluarga atau 20 jiwa terdampak dan masih dalam proses pendataan.
"Sementara itu, di Kota Denpasar, banjir terjadi di empat kecamatan, yakni Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan dan Denpasar Barat. Data korban terdampak masih dalam pendataan oleh petugas di lapangan," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam rilis resmi dikutip pada Kamis, 26 Februari 2025.

Para petugas gabungan melakukan pompanisasi pascabanjir yang terjadi di Provinsi Bali pada Selasa (24/2). (Dok BNPB)
Dia melanjutkan, di Kabupaten Badung, banjir terjadi di Kecamatan Kuta yang meliputi Kelurahan Seminyak dan Kelurahan Legian, serta Kecamatan Kuta Selatan di Kelurahan Jimbaran. Data korban terdampak di wilayah ini juga masih dalam pendataan.
Selain berdampak pada warga, beberapa unit rumah dan akses jalan dilaporkan terdampak di tiga wilayah tersebut. Rincian kerugian materiel masih dalam proses asesmen. BPBD Kabupaten Tabanan, BPBD Kota Denpasar dan BPBD Kabupaten Badung telah berkoordinasi dengan instansi terkait, melakukan asesmen, evakuasi warga terdampak serta pompanisasi guna mempercepat surutnya genangan.
Baca Juga :
Banjir Terjang 3 Kabupaten NTB, Satu Orang Tewas
"Di Kabupaten Badung, sebagian wilayah telah surut dan genangan tersisa di satu titik di Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta," ujar dia.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu genangan kembali. Masyarakat diharapkan rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat.