Diduga Serangan Jantung, Pendaki Asal Bogor Meninggal di Gunung Merbabu

Gunung Merbabu. Dokumentasi/OSC Medcom

Diduga Serangan Jantung, Pendaki Asal Bogor Meninggal di Gunung Merbabu

Triawati Prihatsari • 19 July 2026 15:58

Boyolali: Seorang pendaki asal Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia di Basecamp Pendakian Gunung Merbabu via Selo, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung.

Berdasarkan informasi, korban diketahui Adityo Rahmat Eko Prayudi (38) warga Kelurahan Cilengsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendaki bersama tiga rekan lainnya. Korban dan rekannya mendaki sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu, 18 Juli 2026, 

"Sesampai di Pos Bayangan 1, korban merasa tidak enak badan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian. Korban kemudian turun kembali ke Basecamp milik warga," ungkap Kapolsek Selo, AKP Kiryanta, di Boyolali, Minggu, 19 Juli 2026. 
 


Sekitar pukul 11.30 WIB, korban tiba-tiba terjatuh di teras basecamp. Korban sempat mendapat pertolongan pertama dengan tubuh dibalikkan dan kepalanya diberi bantal.

Namun, korban ternyata sudah tidak sadarkan diri. Warga kemudian menghubungi petugas Puskesmas Selo untuk memeriksa kondisinya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dari Puskesmas Selo, korban meninggal dunia diduga karena serangan jantung. Korban sebelumnya juga memiliki riwayat penyakit hipertensi kronis. Dari pemeriksaan luar juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," ungkap Kiryanta.


Ilustrasi. (freepik)


Polisi bersama petugas Puskesmas dan pengelola basecamp telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Bogor untuk proses selanjutnya. Para pendaki diimbau agar memastikan kondisi kesehatannya sebelum mendaki, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit.

(Silvana Febiari)