Ribuan Titik Panas Kepung Kalimantan Selatan

Karhutla di Kalsel. (Istimewa/MI)

Ribuan Titik Panas Kepung Kalimantan Selatan

Denny S • 16 July 2026 14:41

Banjarbaru: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin meluas, seiring kemarau yang melanda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat ada 2.481 titik panas (hotspot) yang terpantau tersebar di Kalsel.

"Hotspot terpantau terus bertambah dan tercatat sebanyak 2.481 titik. Namun jumlah hotspot merupakan indikasi suhu panas bumi dan bukan cerminan total kejadian kebakaran riil di lapangan," tutur Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, Kamis, 16 Juli 2026. 

Tercatat terjadi 81 kejadian karhutla yang menghanguskan sekitar 221,39 hektare lahan. BPBD juga memetakan wilayah selatan Kalsel sebagai daerah yang paling rawan karhutla.

Beberapa titik krusial di wilayah Kota Banjarbaru berdekatan bandara Syamsudin Noor dan Kabupaten Tanah Laut. Meliputi kawasan Cempaka, Kiram, sebagian Bati-Bati, Liang Anggang, Pengayuan, hingga Kurau.

Ronny mengungkapkan pihaknya menghadapi kendala akses di beberapa lokasi karhutla, seperti kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Raja di wilayah Tanah Laut. Ronny juga mengonfirmasi bahwa seluruh posko karhutla di 13 kabupaten/kota kini telah beroperasi penuh, didukung dengan penyiagaan sarana dan prasarana penunjang.

"Seluruh posko di kabupaten/kota sudah diaktifkan, termasuk 7 posko di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor," ujarnya.

Ilustrasi karhutla. ANTARA/HO-BPBD Sumedang.

Penanggulangan karhutla di Kalsel dibagi dalam tiga wilayah penanganan ring prioritas. Wilayah ring 1, meliputi Kota Banjarbaru, sebagian Kabupaten Banjar, sebagian Kabupaten Barito Kuala (Batola), dan sebagian Kabupaten Tanah Laut. 

Sedangkan untuk ring 2 itu daerah lebih ke utara ya seperti sebagian Batola, Tapin, HSS, HSU, HST, sampai ke Tabalong. Untuk ring 3 Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. Fokus utama berada di ring 1 karena memiliki objek vital Bandara Internasional Syamsudin Noor, agar jika terjadi karhutla dapat teratasi dengan cepat dan tidak mengganggu penerbangan.

(Lukman Diah Sari)