Bus Transjakarta. Foto: MI/Usman Iskandar.
Surplus 125 Ton, PLN Manfaatkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Bus TransJakarta
Husen Miftahudin • 22 July 2026 11:16
Jakarta: Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan Indonesia memiliki surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun. Surplus tersebut terjadi karena produksi hidrogen nasional mencapai 200 ton per tahun, sementara kebutuhan pemanfaatannya baru sekitar 75 ton.
Kami produksi 200 ton, yang dipakai 75 ton. Sisanya 125 ton itu nganggur, kata Darmawan dalam pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 22 Juli 2026.
Darmawan menjelaskan setiap pembangkit listrik milik PLN memproduksi hidrogen sebagai bagian dari proses operasional. Hidrogen tersebut dimanfaatkan dalam sistem pendingin pembangkit. Namun, kebutuhan yang masih terbatas menyebabkan sebagian besar produksi belum terserap sehingga menciptakan surplus hingga 125 ton per tahun.
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan hidrogen, PLN membangun Hydrogen Refueling Station (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH). Menurut Darmawan, pengembangan infrastruktur tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Pertamina (Persero).
Rantai pasoknya dari mana? Nah, kami kolaborasi dengan Pertamina. Jadi, kalau Hydrogen Refueling Station itu sudah ada dan siap pakai. Tetapi, mobilnya belum ada, ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026.

(Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Foto: Antara)
PLN dorong bus hidrogen untuk TransJakarta
Darmawan juga meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menjalin komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar bus TransJakarta. Barangkali Bapak (Bahlil) bisa melobi ke Gubernur DKI. TransJakarta, ucap Darmawan.
Ia mengungkapkan PLN telah berdiskusi dengan sejumlah produsen kendaraan dari Jepang, Jerman, dan Tiongkok mengenai ketersediaan bus berbahan bakar hidrogen.
Menurut Darmawan, apabila pemerintah memutuskan memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar transportasi umum, PLN siap berkolaborasi dengan Pertamina untuk mendukung penyediaan armada.
Nanti Pertamina dengan PLN bersama-sama menyediakan busnya. Tinggal kemudian nanti bus hidrogen ada logonya ESDM, PLN, Pertamina. Kita berkolaborasi membangun transportasi berbasis hidrogen, papar Darmawan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen sekaligus meningkatkan pemanfaatan produksi hidrogen dalam negeri.