Lubang raksasa di Kecamatan Ketol serta wilayah Kabupaten Aceh. Foto: Istimewa
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Semakin Meluas
Fajri Fatmawati • 3 February 2026 14:27
Aceh Tengah: Lubang raksasa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah semakin meluas. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mencatat kejadian pergerakan tanah tersebar di beberapa wilayah Aceh Tengah, terutama daerah lereng curam.
"Banyaknya rekahan di bagian atas mahkota longsor menjadi indikasi bahwa pergerakan tanah masih berlangsung secara perlahan dan dapat berkembang menjadi longsor susulan," kata Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, Selasa, 3 Februari 2026.
Taufik menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap gerakan tanah tidak hanya difokuskan di Kecamatan Ketol. Namun, perlu diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Aceh Tengah yang memiliki kondisi geologi serupa.
Baca Juga :
Wisata Aceh Tengah Mulai Bangkit Usai Bencana
"Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain sepanjang ruas Jalan Bireuen–Takengon, serta kawasan permukiman dan lereng di Desa Mendale dan Desa Payareje (Kecamatan Kebayakan), Desa Hakim Bale Bujang (Kecamatan Lut Tawar), wilayah Kecamatan Bintang serta desa-desa lainnya di Kabupaten Aceh Tengah," jelas Taufik.
Ia menjelaskan daerah-daerah tersebut umumnya tersusun oleh material vulkanik lepas seperti tufa dan pasir. Dengan kondisi lereng yang curam, wilayah tersebut sangat rentan terhadap longsor, terutama saat curah hujan menengah-tinggi atau terjadi gempa bumi.
"Berdasarkan hasil peninjauan tim Dinas ESDM Aceh, di beberapa lokasi tersebut juga ditemukan bekas longsoran lama yang masih menyisakan rekahan dan blok tanah yang belum stabil, sehingga berpotensi kembali bergerak," ungkap Taufik.

Lubang raksasa di Kecamatan Ketol serta wilayah Kabupaten Aceh. Foto: Istimewa
Pemerintah daerah juga didorong untuk melakukan pemantauan berkala, sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Selain itu, kajian geologi teknik dan tata lingkungan perlu dilakukan sebelum pembangunan infrastruktur atau relokasi permukiman sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana gerakan tanah di Aceh Tengah.
"Masyarakat dan pengguna jalan di kawasan-kawasan tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari tebing-tebing rawan longsor, serta memperhatikan rambu peringatan yang telah dipasang," jelas Taufik.