UNFPA memperingatkan kondisi perempuan dan anak perempuan di Gaza serta Tepi Barat terus memburuk akibat krisis kemanusiaan. (Gulf Times)
UNFPA: Kondisi Perempuan dan Anak-Anak di Wilayah Palestina Terus Memburuk
Willy Haryono • 17 June 2026 17:25
Gaza: Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) memperingatkan kondisi perempuan dan anak perempuan Palestina di Gaza dan Tepi Barat terus memburuk akibat krisis kemanusiaan yang berkepanjangan, pembatasan pergerakan, meningkatnya kekerasan, serta keterbatasan pendanaan.
Perwakilan UNFPA untuk Palestina, Nestor Owomuhangi, mengatakan dampak situasi tersebut tidak hanya dirasakan pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental perempuan dan anak perempuan.
"Kondisi perempuan dan anak perempuan terus menghadapi tekanan yang sangat besar akibat situasi yang berlangsung saat ini," kata Owomuhangi dalam pernyataan pers yang dikutip Gulf Times, Rabu, 17 Juni 2026.
Akses Layanan Kesehatan Kian Sulit
Menurut Owomuhangi, situasi di Jalur Gaza masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan meski terdapat sedikit perbaikan dibandingkan masa-masa paling berat selama konflik berlangsung.Sementara itu, di Tepi Barat, akses terhadap layanan kesehatan semakin terhambat akibat pembatasan pergerakan, pos pemeriksaan keamanan, dan meningkatnya kekerasan oleh pemukim.
Kondisi tersebut dinilai memperburuk kemampuan perempuan untuk memperoleh layanan kesehatan dasar, termasuk layanan kesehatan reproduksi.
UNFPA Hadapi Kekurangan Dana
UNFPA menyatakan tetap melanjutkan dukungan terhadap layanan kesehatan reproduksi dan program perlindungan bagi perempuan di wilayah Palestina.Namun, lembaga tersebut menghadapi kekurangan pendanaan yang signifikan yang berpotensi mengganggu keberlanjutan berbagai program bantuan kemanusiaan.
Owomuhangi memperingatkan bahwa tanpa tambahan dukungan dana, kemampuan UNFPA untuk memberikan layanan penting bagi perempuan dan anak perempuan akan semakin terbatas.
UNFPA kembali menyerukan dukungan komunitas internasional guna memastikan layanan kesehatan dan perlindungan bagi kelompok rentan tetap tersedia di tengah krisis yang berlangsung.
Lembaga PBB itu menilai kebutuhan kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat masih sangat besar, terutama bagi perempuan dan anak perempuan yang menjadi kelompok paling terdampak oleh konflik dan ketidakstabilan yang berkepanjangan.
Baca juga: Atasi Krisis Kelaparan, UEA Kirim Lagi 100 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Gaza