Jarak Pandang Turun, Lima Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi Tertunda

Situasi penumpang di Bandara Sultan Thaha Saefuddin (STS), Kota Jambi, Senin, 14 September 2026. MI

Jarak Pandang Turun, Lima Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi Tertunda

Solmi • 14 September 2026 16:32

Jambi: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saefuddin (STS), Kota Jambi, Senin, 14 September 2026.

Kondisi tersebut terjadi sejak pagi hingga menjelang siang. Pekatnya kabut asap membuat jarak pandang di kawasan bandara terbatas sehingga berdampak pada jadwal sejumlah penerbangan.

General Manager Bandara Sultan Thaha Saefuddin Ardon Marbun mengatakan jarak pandang di sekitar bandara hanya mencapai 1.100 meter pada periode tersebut. Kondisi itu dinilai belum memenuhi tingkat keamanan untuk operasional penerbangan.

Akibat terbatasnya jarak pandang, lima penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari maupun menuju Bandara Sultan Thaha mengalami keterlambatan.

“Penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay) berangkat Senin pagi hingga menjelang pukuo 12.00 WIB, yakni pesawat (maskapai) Citilink (QG 961) tujuan CGK , Batik Air (ID 6805) tujuan CGK, Susi Air (SI 7218) Tujuan SIQ (Dabo Singkep), Garuda Indonesia (GA 127) tujuan CGK dan Super Air Jet (IU 843) tujuan CGK, Jakarta,” kata Ardon, Senin, 14 September 2026.
 


Penerbangan Berangsur Normal

Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha kembali berjalan normal setelah kondisi jarak pandang membaik. Ardon menyebut jarak pandang meningkat hingga mencapai 3.000 meter setelah pukul 12.00 WIB.

Perbaikan jarak pandang tersebut memungkinkan aktivitas penerbangan kembali berlangsung sesuai kondisi operasional bandara.

Manajemen Bandara Sultan Thaha juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan instansi terkait untuk menangani dampak penundaan terhadap penumpang.

Selain itu, pembaruan informasi mengenai jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan yang terdampak kabut asap dilakukan secara berkala.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: dok. MI.


Otoritas Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan melalui bandara tersebut untuk memantau perkembangan jadwal penerbangan.

Penumpang juga diminta berkoordinasi dengan maskapai masing-masing guna memastikan jadwal keberangkatan, terutama selama kondisi kabut asap masih berpotensi memengaruhi jarak pandang di sekitar bandara.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha menyatakan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan bandara untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa.

Penanganan dampak kabut asap terhadap operasional penerbangan dilakukan seiring dengan kondisi karhutla di wilayah Provinsi Jambi.

(Whisnu M)