Mati Mesin di Selat Malaka, 3 Nelayan Deli Serdang Selamat Dievakuasi KRI Torani-860

Proses evakuasi 3 nelayan di Selat Malaka oleh KRI Torani. (Istimewa)

Mati Mesin di Selat Malaka, 3 Nelayan Deli Serdang Selamat Dievakuasi KRI Torani-860

Koko Hendrawan • 30 October 2026 20:19

Medan: Kapal nelayan KM El Rayyan asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, tenggelam usai mengalami mati mesin dan tertabrak kapal penangkap tuna berbendera Taiwan, MV. Ching Kuo Yu Fa Hao, di perairan Selat Malaka, Rabu malam, 28 Oktober 2026. Tiga nelayan berhasil dievakuasi oleh KRI Torani-860 dalam kondisi selamat.

Ketiga nelayan yang selamat yakni RS, 40, selaku nakhoda, serta RM, 19, dan S, 43, sebagai anak buah kapal (ABK). Ketiganya merupakan warga Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

Peristiwa bermula saat KM El Rayyan mengalami kerusakan mesin di perbatasan perairan Indonesia-Malaysia. Saat di tengah laut, kapal nelayan tradisional ini dihantam oleh kapal asing berbendera Taiwan hingga karam. Awak kapal MV. Ching Kuo Yu Fa Hao sempat mengevakuasi tiga nelayan itu sebelum berkoordinasi dengan petugas SAR dan TNI AL.


3 nelayan diselamatkan di Selat Malaka. (Istimewa)

Komandan KRI Torani-860, Mayor Laut (P) Vicky Pratama Sitepu, menjelaskan proses penjemputan para korban yang sempat terkendala cuaca ekstrem.

"Pukul 22.40 WIB, KRI Torani mendeteksi melalui radar, kemudian kami melakukan komunikasi melalui radio. Sekitar pukul 23.05 WIB, KRI Torani melaksanakan penjemputan ship to ship," ujar Vicky, Jumat, 30 Oktober 2026.

Komandan KRI Torani-860, Mayor Laut (P) Vicky Pratama Sitepu (tengah). (Metro TV)

Metode penjemputan ship to ship sempat gagal dua kali akibat gelombang tinggi dan arus kencang. Prajurit TNI AL akhirnya mengerahkan sekoci hingga berhasil memindahkan ketiga nelayan ke KRI Torani-860 dengan selamat.

Meski tidak ada korban jiwa, insiden kecelakaan laut ini menimbulkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah akibat tenggelamnya kapal beserta perlengkapan tangkap milik nelayan.

(Lukman Diah Sari)