1.500 Bibit Mangrove Ditanam di Deli Serdang untuk Cegah Abrasi

Ilustrasi mangrove. Foto: Pexels.

1.500 Bibit Mangrove Ditanam di Deli Serdang untuk Cegah Abrasi

Fachri Audhia Hafiez • 17 October 2026 20:12

Deli Serdang: Sebanyak 1.500 bibit mangrove ditanam di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatra Utara. Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kebencanaan.

"Kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami. Edukasi dan simulasi praktis ini memberikan pembekalan nyata bagi warga agar lebih siap dan tenang saat menghadapi kondisi darurat," ujar Kepala Desa Tanjung Rejo, Slamet, dikutip melalui keterangan tertulis, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Kegiatan ini diinisiasi PT Bungasari Flour Mills Indonesia dengan menggandeng enam perusahaan mitra dan BPBD Kabupaten Deli Serdang. Adapun kegiatan ini bertajuk "Mitigasi Bencana dan Rehabilitasi Lingkungan Pesisir".
 


Rangkaian acara diawali dengan pembekalan kesiapsiagaan bencana bagi warga setempat. BPBD Deli Serdang bersama tim Bungasari memberikan edukasi mengenai ancaman banjir rob, pemetaan jalur evakuasi mandiri, hingga simulasi penanganan kondisi darurat.

Aksi lingkungan dilanjutkan dengan penanaman 1.500 bibit mangrove secara gotong royong bersama masyarakat dan perangkat desa. Penanaman ini bertujuan menahan abrasi, merawat ekosistem pesisir, serta membangun benteng hijau alami.

Perwakilan PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Ervani Sultoni, menegaskan aksi ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan bersama para mitra vendor, yaitu PT Carsurin Tbk, PT Trisa Surya Mandiri, PT Limas Dimensi Caraka, PT Hazmat Techno Indonesia, PT Bima Catering, dan CV Adilta Jaya.


Sebanyak 1.500 bibit mangrove ditanam di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatra Utara. Foto: Dok Istimewa.

"Penanaman mangrove ini tidak hanya dilaksanakan di Deli Serdang, melainkan bagian dari program berkelanjutan PT Bungasari Flour Mills Indonesia yang juga dilaksanakan di wilayah operasional lainnya, seperti Cilegon dan Makassar," terang Ervani.

Ia berharap gerakan kolaboratif ini dapat mendorong berbagai pihak untuk aktif menjaga kelestarian ekosistem pesisir Indonesia. Hal ini demi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan warga.

(Anggi Tondi)