Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Menkraf Optimistis Developer Aplikasi Lokal Tembus Pasar Global
Fachri Audhia Hafiez • 15 October 2026 19:57
Jakarta: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, optimistis pengembang (developer) aplikasi lokal memiliki kapasitas mumpuni untuk tidak hanya menguasai pasar domestik. Namun, merambah kancah internasional di tengah dinamika investasi startup nasional.
“Kami sendiri melihat bahwa sebetulnya masih banyak peluang-peluang yang baik karena para developer aplikasi kita sebetulnya banyak mempunyai hasil-hasil yang tidak hanya bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga bisa masuk ke pasar regional bahkan global,” kata Riefky di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Oktober 2026.
Baca Juga :
WCCI 2026 Bidik Resolusi Ekonomi Kreatif
Pernyataan tersebut disampaikan Riefky saat menanggapi penurunan nilai investasi startup di Indonesia akibat fenomena tech winter. Merujuk data Tech in Asia, sepanjang 2024 tercatat 108 kesepakatan investasi senilai USD 0,76 miliar, sementara pada triwulan II 2025 hanya tercatat 32 kesepakatan bernilai USD 0,14 miliar.
“Memang lagi ada penurunan investasi ataupun kerja sama terkait startup karena sempat terjadi winter tech ya begitu,” ujar Riefky.
Sebagai bagian dari strategi pemulihan, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) berkomitmen untuk mengoptimalkan proses kurasi karya aplikasi secara ketat. Langkah ini dilakukan agar setiap inovasi yang lahir benar-benar matang dari sisi kualitas dan siap bersaing di pasaran.
“Untuk itu, kami juga terus berupaya terus mengkurasi hasil-hasil karya aplikasi kita juga agar lebih lebih kompetitif dan juga tidak hanya bergantung dengan apa istilahnya, secara kualitas memang benar-benar disiapkan secara bertahap,” jelas Riefky.
.jpg)
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Selain itu, pendekatan dalam pembangunan bisnis rintisan kini diarahkan agar lebih sehat dan rasional, meninggalkan pola lama yang kerap mengandalkan pengeluaran modal secara berlebihan.
“Tidak terburu-buru dan cenderung ada istilah bakar duit begitu untuk investasinya,” tutur Riefky.
Guna menjaga kelangsungan bisnis para pelaku usaha kreatif, Kemenkraf juga berkomitmen memberikan pendampingan komprehensif agar pengembangan kemitraan bisnis berjalan secara profesional dan transparan demi mengembalikan kepercayaan investor.
“Pendampingan juga untuk bagaimana mereka bisa mempunyai mitra dan berkembang secara proper tidak digoreng-goreng, sehingga produk mereka nilai dari company mereka juga yang sesuai. Dan tentu juga akhirnya kita berharap kepercayaan investor juga bisa lebih baik,” tegas Riefky.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)