Konflik memanas antara Ethiopia dan Eritrea. Foto: EPA
Konflik Tigray Memanas, Ethiopia Usir 10 Diplomat Eritrea
Fajar Nugraha • 2 October 2026 20:05
Addis Ababa: Ethiopia mengusir 10 diplomat Eritrea di tengah meningkatnya konflik di wilayah Tigray.
Kementerian Luar Negeri Ethiopia menegaskan pada Kamis 1 Oktober 2026 bahwa pihaknya “memutuskan menutup Kedutaan Besar Ethiopia di Asmara, Eritrea, sebagai respons terhadap tindakan permusuhan dan agresi Eritrea, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap Ethiopia”.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X, kementerian tersebut juga mengatakan 10 diplomat Eritrea yang tidak disebutkan namanya diwajibkan meninggalkan Ethiopia dalam waktu 48 jam.
Mengutip Asharq Al-Awsat, langkah tersebut mendorong Eritrea memutus seluruh hubungan diplomatik dengan negara tetangganya itu pada Kamis setelah ledakan terdengar di Addis Ababa sepanjang malam dan memicu kekhawatiran konflik kembali meluas di Ethiopia utara.
Addis Ababa menuduh Eritrea dan Sudan mendukung aliansi oposisi yang dipimpin Tigray People's Liberation Front (TPLF), yang sejak pekan lalu terlibat pertempuran dengan pasukan yang loyal kepada pemerintah federal Ethiopia. Ketiga negara tersebut membantah tuduhan itu.
Pertempuran tersebut menjadi eskalasi terbesar di Ethiopia sejak berakhirnya perang saudara pada 2020–2022 yang menewaskan ratusan ribu orang. Dalam konflik tersebut, Eritrea turut berperang untuk mendukung pemerintah federal Ethiopia.
Menteri Informasi Eritrea Yemane Gebremeskel mengatakan bahwa pengusiran seluruh diplomat Eritrea dari Ethiopia secara efektif berarti pemerintah Ethiopia menutup kedutaannya di Addis Ababa.
“Eritrea tidak memiliki pilihan selain mengambil langkah serupa dan memutus seluruh hubungan diplomatik dengan Ethiopia, beserta segala dampak negatif yang ditimbulkan,” kata Kementerian Luar Negeri Eritrea dalam sebuah pernyataan dilansir dari Anadolu, Jumat 2 Oktober 2026.
Sebelumnya militer kedua negara pernah bertempur bersama melawan TPLF, partai utama di Tigray, selama perang pada 2020–2022. Namun, Eritrea tidak menjadi pihak dalam kesepakatan perdamaian yang mengakhiri pertempuran pada November 2022, dan hubungan antara kedua negara dengan cepat memburuk.
(Razaqa Hariz)