BMKG Pastikan Gempa M 4,9 di Laut Jembrana Tidak Berpotensi Tsunami

Pusat gempa di Jembrana, Bali, 13 Oktober 2026. (BMKG)

BMKG Pastikan Gempa M 4,9 di Laut Jembrana Tidak Berpotensi Tsunami

Lukman Diah Sari • 13 October 2026 12:49

Jakarta: Gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah perairan Jembrana, Bali, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan guncangan tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

"Hasil analisis BMKG, gempa bumi memiliki parameter update magnitudo (M) 4,9 pada kedalaman 12 kilometer," ujar Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadi, dalam keterangan resminya, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ardhianto menjelaskan, gempa terjadi pada pukul 11.00 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 9,45 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113,95 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 141 kilometer arah barat daya Jembrana, Bali.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegasnya.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyimpulkan gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar bawah laut.

Pusat gempa di Jembrana, Bali, 13 Oktober 2026. (BMKG)

Guncangan gempa ini turut dirasakan di sejumlah wilayah. Di Jember, Jawa Timur, getaran terasa dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan ada truk berlalu). Kemudian, wilayah Kuta Selatan, Denpasar, dan Karangasem di Bali merasakan getaran berskala II-III MMI. Sementara itu, wilayah Malang, Blitar, Bondowoso, dan Lumajang merasakan guncangan pada skala II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hingga pukul 11.25 WIB, hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," pungkas Ardhianto.

(Lukman Diah Sari)