Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Teknologi Digital Jadi Solusi Anak Muda Daerah Tanpa Merantau
Fachri Audhia Hafiez • 23 June 2026 04:30
Jakarta: Perkembangan teknologi dan ekonomi digital dinilai membuka peluang baru bagi generasi muda di berbagai daerah. Khususnya untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menciptakan sumber penghasilan secara mandiri.
“Menurut saya, anak muda di daerah sekarang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Akses informasi lebih mudah, teknologi semakin terbuka, dan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan jika mau belajar dan konsisten,” ujar kreator konten asal Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Falintino, dikutip melalui keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.
Baca Juga :
Pemuda berusia 25 tahun yang populer dengan nama fiktif '7 April FF' ini mengaku mulai kepincut dengan dunia konten digital sejak masih duduk di bangku sekolah. Ketertarikan tersebut terus tumbuh subur seiring dengan perkembangan platform digital yang makin masif digunakan oleh masyarakat luas.
Namun, perjalanan yang dilalui Falintino tidak selalu mulus. Di masa-masa awal belajar memahami aturan platform, ia sempat menelan pil pahit karena kehilangan hak monetisasi YouTube miliknya akibat tersandung pelanggaran hak cipta.
Tak hanya di dunia digital, ia juga sempat mengalami kegagalan saat mengikuti seleksi masuk kepolisian pada tahun 2020 dan 2021. Demi menyambung hidup, Falintino sempat banting setir menjadi penjual makanan selama lebih dari dua tahun, sembari tetap konsisten mengasah kemampuannya memproduksi konten.
“Saya pernah mengalami kegagalan dalam beberapa hal, termasuk kehilangan monetisasi dan tidak berhasil mencapai cita-cita yang saya inginkan. Namun dari situ saya belajar untuk terus memperbaiki diri dan mencari peluang lain yang bisa dikembangkan,” ucap Falintino.

Kreator konten asal Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Falintino, menembus lebih dari 120 ribu pelanggan (subscribers) dan memboyong penghargaan Silver Play Button dari YouTube. Foto: Dok. Istimewa.
Berkat ketekunan dan kemampuan beradaptasi dengan algoritma, hobi yang semula ia rintis dari bawah kini telah bermutasi menjadi profesi utamanya sebagai kreator konten dan streamer. Dari aktivitas digital ini pula ia kini mampu meraup pundi-pundi penghasilan utama.
Saat ini, kanal YouTube yang dikelolanya secara mandiri telah berhasil menembus lebih dari 120 ribu pelanggan (subscribers) dan memboyong penghargaan Silver Play Button dari YouTube. Sementara itu, akun TikTok miliknya juga telah menjaring ratusan ribu pengikut dengan catatan total puluhan juta tayangan dalam satu tahun terakhir.
Berdasarkan pengalamannya, Falintino menilai ekonomi digital bisa menjadi batu loncatan besar bagi anak muda daerah untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing global. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kesuksesan di dunia maya tidak bisa diraih secara instan, melainkan lewat proses belajar yang panjang.
“Yang terpenting adalah memiliki tujuan yang jelas. Teknologi bisa menjadi peluang yang baik jika dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan,” ujar Falintino.