Lima Orang Terluka dalam Serangkaian Penikaman di Edinburgh Skotlandia

Ilustrasi penikaman. (Medcom.id)

Lima Orang Terluka dalam Serangkaian Penikaman di Edinburgh Skotlandia

Willy Haryono • 21 June 2026 12:29

Edinburgh: Kepolisian Skotlandia menangkap seorang pria setelah lima orang terluka dalam serangkaian penikaman di Edinburgh yang diduga bermotif kebencian terhadap Muslim.

Insiden terjadi pada Jumat malam ketika pelaku diduga berkeliling di sejumlah wilayah kota dan menyerang beberapa orang, serta merusak sebuah kendaraan dan tempat usaha.

Dikutip dari UPI, Minggu, 21 Juni 2026, serangan pertama dilaporkan terjadi di dekat sebuah masjid di kawasan barat Edinburgh. Menurut Scottish Association of Mosques, dua jemaah diserang di sebuah taman setelah meninggalkan Masjid Broomhouse.

Polisi menyatakan lima korban seluruhnya adalah pria berusia 22, 22, 24, 27, dan 39 tahun. Mereka mengalami berbagai jenis luka akibat serangan tersebut.

Tiga korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, pihak berwenang menyatakan tidak ada korban yang mengalami luka yang mengancam jiwa. Seorang pria kulit putih berusia 36 tahun telah ditangkap terkait insiden tersebut.

Polisi Skotlandia juga melibatkan petugas unit antiteror dalam penyelidikan untuk membantu mengungkap motif di balik rangkaian serangan tersebut.

Asisten Kepala Polisi Skotlandia, Catriona Paton, menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi rasisme maupun kebencian berbasis agama di Skotlandia. “Tidak ada tempat bagi rasisme atau kebencian berbasis keyakinan di Skotlandia,” kata Paton dalam pernyataan resmi.

Selain di sekitar masjid, polisi menerima laporan penyerangan di sejumlah lokasi lain, termasuk kawasan Telford Road dan Leith Walk di Edinburgh.

Pelaku akhirnya dihentikan oleh polisi menggunakan perangkat kejut listrik (taser), meski aparat menyatakan alat tersebut tidak sampai digunakan sebelum penangkapan dilakukan.

Direktur Urusan Publik Scottish Association of Mosques, Omar Afzal, mengatakan komunitas Muslim di seluruh Skotlandia merasakan keterkejutan dan kemarahan atas insiden tersebut.

“Ada rasa terkejut, khawatir, dan marah yang mendalam di kalangan komunitas Muslim di seluruh Skotlandia hari ini,” kata Afzal kepada media lokal.

Ia menilai serangan tersebut tidak terjadi dalam ruang hampa dan mencerminkan kekhawatiran yang selama ini disampaikan komunitas Muslim mengenai meningkatnya sentimen anti-Muslim di ruang publik.

“Ketika prasangka dibiarkan tanpa tantangan, hal itu menciptakan lingkungan yang membuat sebagian orang merasa berani bertindak berdasarkan kebencian tersebut,” ujarnya.

Baca juga:  Imam Masjid di Kanada Diserang, Pelaku Diduga Lontarkan Ujaran Islamofobia

(Willy Haryono)