Cuaca Sultra: Kolaka dan Kolut Berpotensi Hujan Lebat

Ilustrasi - Hujan di Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Cuaca Sultra: Kolaka dan Kolut Berpotensi Hujan Lebat

Lukman Diah Sari • 21 April 2026 09:22

Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, hari ini, 21 April 2026. Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie mengatakan bahwa peringatan dini tersebut difokuskan pada wilayah daratan yang memiliki potensi pertumbuhan awan konvektif yang signifikan.  

"Masyarakat di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara (Kolut) perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dibarengi guntur dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari," kata Faizal saat dihubungi di Kendari, Selasa, 21 April 2026, melansir Antara.

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca per 21 April 2026, kondisi cuaca di wilayah Sultra pada pagi hari terpantau umumnya cerah hingga berawan. Namun, perubahan cuaca mulai terjadi memasuki siang hari dengan adanya potensi hujan sedang di sebagian kecil wilayah Kolaka dan Kolut, serta hujan ringan di sebagian kecil wilayah Konawe.

"Kemudian, memasuki malam hari, BMKG memprediksi hujan ringan masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Kolaka, sementara pada dini hari cuaca di sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara diperkirakan akan didominasi oleh kondisi berawan," ujarnya.


Peta cuaca BMKG. (tangkapan layar)

Faizal menjelaskan bahwa suhu udara hari ini diprakirakan berada pada kisaran 24 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara mencapai 60 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah Timur Laut menuju Tenggara dengan kecepatan antara 2 hingga 20 kilometer per jam.

"Kelembaban yang tinggi dan suhu yang cukup terik di siang hari memicu potensi cuaca ekstrem yang tiba-tiba. Kami terus memantau pergerakan awan melalui citra satelit," jelas Faizal Habibie.

Masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap dampak cuaca tersebut, seperti berkurangnya jarak pandang dan kondisi jalanan yang licin. Informasi cuaca lebih lengkap dan diperbarui secara berkala dapat diakses masyarakat melalui laman resmi BMKG.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)