Permukiman penduduk di Kabupaten OKU dilanda banjir, Sabtu. ANTARA/Edo Purmana
Sungai Ogan Meluap, Banjir Meluas Landa 15 Desa di OKU
Whisnu Mardiansyah • 18 April 2026 14:07
OKU: Sebanyak 15 desa dan kelurahan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, dilanda bencana banjir. Bencana ini disebabkan curah hujan tinggi yang membuat Sungai Ogan meluap pada Jumat, 17 April 2026 malam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Efendi, di Baturaja, Sabtu, mengatakan bencana alam ini merupakan banjir susulan yang terjadi sebelumnya pada Rabu, 15 April 2026.
"Banjir sebelumnya hanya melanda delapan desa dan kelurahan dengan korban terdampak sebanyak 347 unit rumah warga," kata Januar seperti dilansir Antara, Sabtu, 18 April 2026.
Baca Juga :
Sungai Ciliwung Meluap, 21 RT di Jaksel dan Jaktim Kebanjiran
Banjir Meluas ke Lima Kecamatan
Banjir kali ini, kata dia, meluas ke desa-desa lainnya yang tersebar di lima kecamatan. Kelima kecamatan tersebut yaitu Baturaja Timur, Baturaja Barat, Peninjauan, Lubuk Batang, dan Kedaton Peninjauan Raya (KPR). Ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter hingga 1 meter.
Wilayah terdampak banjir meliputi Desa Terusan, Tanjung Baru, Tanjung Kemala, Lubuk Batang Lama, Gunung Meraksa, Kepayang, Belimbing, Lubuk Kemiling, Kedaton, Kampai, Desa Bunglai, Kelurahan Pasar Baru, Baturaja Lama, Kemalaraja, dan Kelurahan Tanjung Agung.
"Berdasarkan hasil pendataan sementara tercatat sebanyak 1.206 unit rumah terendam banjir dengan korban terdampak mencapai 5.011 jiwa. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," katanya.
.jpeg)
Ilustrasi Banjir Medcom.id
Menurutnya, pihaknya telah menerjunkan personel ke lokasi bencana alam untuk melakukan kaji cepat lintas sektor. Langkah ini guna mengantisipasi bencana susulan agar tidak menimbulkan korban jiwa.
"Untuk banjir di wilayah perkotaan sudah surut. Namun, di bagian hilir sungai air masih masuk ke pedesaan," jelasnya.
BPBD OKU menyebarkan personel ke wilayah terdampak bencana alam untuk membantu warga beraktivitas menggunakan perahu karet. Pemerintah daerah setempat telah menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak bencana alam, seperti di Kecamatan Baturaja Timur. Bantuan tersebut guna membantu meringankan beban masyarakat yang dilanda banjir.
"Untuk kebutuhan sanitasi dan air bersih di Desa Lubuk Kemiling saat ini masih aman karena ada sarana Pamsimas yang bisa dimanfaatkan warga desa," ujarnya.