FBI Klaim Gagalkan Serangan ISIS di North Carolina Jelang Tahun Baru

FBI mengklaim telah menggagalkan rencana serangan terinspirasi ISIS menjelang tahun baru 2026. (Anadolu Agency)

FBI Klaim Gagalkan Serangan ISIS di North Carolina Jelang Tahun Baru

Willy Haryono • 3 January 2026 10:16

Washington: Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan telah berhasil menggagalkan dugaan rencana serangan terinspirasi kelompok Islamic State (ISIS) yang akan dilakukan pada malam Tahun Baru di negara bagian North Carolina. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 2 Januari 2026 waktu setempat.

Seorang pria berusia 18 tahun bernama Christian Sturdivant, warga Mint Hill, North Carolina, didakwa memberikan dukungan material kepada organisasi teroris asing, demikian tertuang dalam dokumen pengaduan pidana yang dirilis Departemen Kehakiman AS.

Sturdivant belum mengajukan pembelaan atas dakwaan tersebut. Ia ditangkap pada Rabu malam, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru, dan menjalani sidang perdana pada Jumat.

Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Barat North Carolina, Russ Ferguson, mengatakan Sturdivant telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS dan berencana menyerang sebuah toko bahan makanan serta restoran cepat saji di kota asalnya.

“Dia sedang mempersiapkan jihad dan orang-orang tak bersalah akan meninggal dunia,” kata Ferguson dalam konferensi pers, dikutip dari AsiaOne, Sabtu, 3 Januari 2026.

Agen Federal Bureau of Investigation (FBI) yang menggeledah rumah Sturdivant menemukan sebuah dokumen tulisan tangan berjudul “New Years Attack 2026."

Dokumen tersebut diduga memuat rencana penikaman hingga 20 korban serta serangan terhadap polisi yang merespons kejadian. Dari kamar tidurnya, aparat juga menyita sejumlah palu dan pisau, menurut pernyataan Departemen Kehakiman yang mengutip isi pengaduan pidana.

Menurut dokumen tersebut, Sturdivant telah merencanakan serangan itu selama sekitar satu tahun. Pada Desember, ia berkomunikasi secara daring dengan dua agen yang menyamar dari FBI dan New York Police Department (NYPD), yang ia yakini berafiliasi dengan ISIS. Dalam percakapan itu, Sturdivant mengirimkan foto dua palu dan sebilah pisau serta membahas rencana serangan yang akan dilakukan.

Aparat penegak hukum menyebut nama Sturdivant pertama kali terpantau oleh FBI pada 2022, ketika ia masih di bawah umur.

Saat itu, ia diketahui berkomunikasi dengan seorang anggota ISIS yang tidak teridentifikasi di luar negeri dan sempat mengambil langkah-langkah untuk melakukan serangan menggunakan palu. Namun, ia tidak didakwa dalam insiden tersebut dan justru menjalani perawatan psikologis.

Baca juga:  Tujuh Polisi Turki Terluka dalam Bentrokan dengan Terduga Militan ISIS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)