Kuba dan Kolombia Kecam Operasi Militer AS di Venezuela

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. (Anadolu Agency)

Kuba dan Kolombia Kecam Operasi Militer AS di Venezuela

Willy Haryono • 3 January 2026 17:45

Havana: Jajaran pemimpin Kuba dan Kolombia menyatakan penolakan terhadap serangan Amerika Serikat (AS) di Venezuela Sabtu, 3 Januari 2025. Dalam operasi AS ini, Presiden Donald Trump mengklaim telah berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam laporan serangan tersebut melalui media sosial X. “Kuba mengecam dan menuntut reaksi mendesak dari komunitas internasional terhadap serangan kriminal AS terhadap Venezuela,” tulis Díaz-Canel, dikutip dari Antara.

Ia menyebut kawasan Amerika Latin dan Karibia sedang “diserang secara brutal” dan menggambarkan tindakan tersebut sebagai “terorisme negara terhadap rakyat Venezuela yang berani serta terhadap Amerika Kita.”

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyatakan keprihatinan atas laporan ledakan dan aktivitas udara yang tidak biasa di Venezuela, serta meningkatnya ketegangan akibat peristiwa tersebut. Petro menegaskan penolakannya terhadap tindakan militer sepihak apa pun yang berpotensi memperburuk situasi dan membahayakan penduduk sipil.

Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi sipil dan militer di Caracas serta kota-kota lain. Mengutip pejabat AS, Fox News melaporkan bahwa militer Amerika Serikat melakukan serangan ke Venezuela. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Washington terkait laporan tersebut.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyatakan bahwa negaranya “menolak, mengutuk, dan mengecam agresi militer yang sangat serius” yang dituduhkan kepada Amerika Serikat.

Presiden Venezuela Nicolás Maduro kemudian menandatangani dan memerintahkan pelaksanaan dekrit yang menyatakan Keadaan Gangguan Eksternal di seluruh wilayah nasional menyusul laporan serangan tersebut.

Baca juga:  Trump Klaim AS Berhasil Tangkap Nicolas Maduro dalam Operasi Kejutan di Venezuela

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)