Ilustrasi. Foto: Freepik.
AS Dorong Perusahaan Minyak Dunia Suntik Investasi Besar di Venezuela
Husen Miftahudin • 5 January 2026 09:00
Houston: Para pejabat Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri telah mendorong para eksekutif perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) untuk segera kembali ke Venezuela dan menginvestasikan modal yang signifikan di negara tersebut.
Mengutip Investing.com, Senin, 5 Januari 2026, langkah itu bertujuan untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela yang telah rusak, jika mereka menginginkan kompensasi atas aset yang disita Venezuela pada dua dekade lalu.
Pada tahun 2000-an, Venezuela menyita aset beberapa perusahaan minyak internasional yang menolak memberikan kendali operasional yang lebih besar kepada perusahaan minyak milik negara PDVSA, seperti yang diminta oleh mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez.
Perusahaan minyak raksasa AS, Chevron, termasuk di antara perusahaan yang bernegosiasi untuk tetap berada di negara itu dan membentuk usaha patungan dengan PDVSA yang dikelola negara. Sementara pesaingnya, Exxon Mobil dan ConocoPhillips, pergi dan mengajukan arbitrase.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perusahaan-perusahaan AS siap untuk kembali ke Venezuela dan menghabiskan miliaran dolar untuk mengaktifkan kembali sektor minyak yang sedang kesulitan, hanya beberapa jam setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap dan digulingkan oleh pasukan AS.
Dalam diskusi pemerintahan AS baru-baru ini dengan para eksekutif perusahaan minyak dalam skenario jika Maduro lengser dari kekuasaan, para pejabat mengatakan perusahaan-perusahaan minyak AS perlu menyediakan sendiri dana investasi untuk membangun kembali industri minyak Venezuela. Itu akan menjadi salah satu prasyarat bagi mereka untuk akhirnya memulihkan utang dari pengambilalihan aset.
Menurut sumber tersebut, itu akan menjadi investasi yang mahal bagi perusahaan seperti ConocoPhillips. Selama bertahun-tahun, Conoco telah berupaya untuk mendapatkan kembali sekitar USD12 miliar dari nasionalisasi asetnya di Venezuela pada era Chavez. Exxon Mobil juga mengajukan kasus arbitrase internasional, berupaya untuk mendapatkan kembali USD1,65 miliar.
| Baca juga: Harga Minyak Rebound setelah AS Serang Venezuela |

(Ilustrasi. Foto: Unsplash)
Trump disebut ambil alih aset Venezuela
Trump mulai secara terbuka menyinggung pengambilalihan aset Venezuela ketika ia memerintahkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi bulan lalu.
Diketahui, Venezuela meurpakan salah satu anggota pendiri OPEC, yang memproduksi minyak sebanyak 3,5 juta barel per hari pada 1970-an, yang pada saat itu mewakili lebih dari tujuh persen dari produksi minyak global.
Produksi minyak Venezuela kemudian turun di bawah dua juta barel per hari selama 2010-an dan rata-rata sekitar 1,1 juta barel per hari pada tahun lalu, atau hanya satu persen dari produksi global.