Miliarder Elon Musk. (Anadolu Agency)
Elon Musk di Puncak Dunia: Kekayaan yang Menembus Rekor dan Sumbernya
Willy Haryono • 4 January 2026 12:07
Jakarta: Elon Musk kembali menjadi sorotan global setelah dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia berdasarkan pemeringkatan terbaru Forbes. Dalam profil resminya, Forbes mencatat lonjakan signifikan kekayaan bersih Musk dalam beberapa tahun terakhir, yang terutama didorong oleh kepemilikan sahamnya di sejumlah perusahaan teknologi dan antariksa yang ia dirikan atau pimpin.
Lahir pada 28 Juni 1971, Musk dikenal sebagai pengusaha dan inovator di sektor teknologi mutakhir. Sepanjang kariernya, ia mendirikan atau ikut mendirikan sejumlah perusahaan besar, termasuk produsen kendaraan listrik Tesla, perusahaan antariksa SpaceX, serta perusahaan kecerdasan buatan xAI. Kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan inilah yang menjadi sumber utama kekayaannya.
Menurut data Forbes, Musk saat ini memegang sekitar 12 persen saham Tesla, yang selama beberapa tahun terakhir dipandang sebagai salah satu pemimpin global dalam industri kendaraan listrik dan teknologi energi bersih.
Selain Tesla, lonjakan valuasi SpaceX juga memberikan kontribusi besar terhadap total kekayaannya. Perusahaan antariksa swasta tersebut kini memiliki valuasi ratusan miliar dolar AS, seiring meningkatnya kontrak peluncuran satelit dan kerja sama dengan lembaga pemerintah.
Di sektor teknologi informasi, Musk juga melakukan restrukturisasi besar dengan menggabungkan platform media sosial Twitter ke dalam entitas baru bernama X. Langkah ini, bersama keterlibatannya dalam pengembangan xAI, memperluas pengaruh Musk di bidang komunikasi digital dan kecerdasan buatan global. Meski tidak semua investasinya menghasilkan keuntungan instan, strategi tersebut mencerminkan ambisi jangka panjang untuk membentuk arah industri teknologi.
Pada 2025, sejumlah laporan menyebut Musk sebagai salah satu individu pertama di dunia yang mencapai kekayaan bersih di atas 600 miliar dolar AS. Pencapaian ini melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh tokoh-tokoh besar di sektor teknologi. Kenaikan valuasi SpaceX serta penguatan saham Tesla di pasar global menjadi faktor utama di balik lonjakan tersebut.
Kekayaan Musk yang terus meningkat tidak hanya menarik perhatian media ekonomi, tetapi juga memicu perdebatan publik mengenai kesenjangan ekonomi global. Di satu sisi, pencapaian ini dianggap mencerminkan pesatnya pertumbuhan perusahaan teknologi di era modern. Di sisi lain, konsentrasi kekayaan pada segelintir individu kerap dikaitkan dengan tantangan sosial dan distribusi ekonomi yang tidak merata.
Dengan demikian, Elon Musk bukan sekadar simbol kesuksesan individual di bidang teknologi dan bisnis, melainkan juga representasi perubahan struktur ekonomi global abad ke-21. Perjalanan kekayaannya menunjukkan bagaimana inovasi, keberanian mengambil risiko, dan skala bisnis teknologi dapat menciptakan nilai pasar yang sangat besar, sekaligus memunculkan diskusi luas tentang dampaknya bagi masyarakat dunia. (Keysa Qanita)
Baca juga: Elon Musk Jadi Orang Pertama dengan Kekayaan Lebih dari Rp12 Kuadriliun