Truk logistik antre di jalan arteri depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Minggu (29/3/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto
Arus Balik, Truk Logistik Tertahan di Pelabuhan Ketapang hingga 12 Jam
Lukman Diah Sari • 29 March 2026 07:43
Banyuwangi: Ratusan kendaraan truk logistik yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, melalui Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tertahan hingga 12 jam. Berdasarkan pantauan, hingga Minggu, 29 Maret 2026, pukul 05.15 WIB, truk logistik antre di sepanjang jalan arteri mulai dari Terminal Sri Tanjung sampai depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang, karena kantong parkir di Bulusan penuh.
"Saya sudah sejak Sabtu, 28 Maret, pukul 17.00 WIB antre dan diarahkan parkir di buffer zone Terminal Sri Tanjung, dan sampai pagi ini belum bisa menyeberang," kata Subito, salah seorang sopir truk logistik di depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Minggu, 29 Maret 2026, melansir Antara.
"Saya sudah 12 jam antre, katanya kalau lebih dari enam jam kami mendapatkan makan dan minum dari pelabuhan, tapi kami tidak mendapatkan itu," tutur Subito.

Suasana arus balik H+3 Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, 24 Maret 2026. ANTARA/Novi Husdinariyanto
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menyatakan memprioritaskan kendaraan mobil pribadi dan bus di lintas Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) untuk menjaga kelancaran penyeberangan arus balik Lebaran 2026. General Manajer ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menyampaikan kendaraan truk logistik tidak diprioritaskan untuk menyeberang di Selat Bali selama arus mudik dan balik Lebaran.
"Tidak dibatasi, akan tetapi sesuai ketentuannya jika arus balik penyeberangan padat, truk logistik kami arahkan ke buffer zone di parkir Dermaga Bulusan atau Terminal Sri Tanjung, Pusri, tapi kalau landai bisa langsung diangkut," kata dia.