RSUD Ulin Siagakan Dokter Bedah dan IGD Tangani Korban KM Virgo Transport 8

Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin dr Among Wibowo saat berada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026). (ANTARA/Gunawan Wibisono)

RSUD Ulin Siagakan Dokter Bedah dan IGD Tangani Korban KM Virgo Transport 8

Lukman Diah Sari • 13 September 2026 14:27

Banjarmasin: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyiagakan tim medis untuk menangani penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang sempat hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa. Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin dr Among Wibowo mengatakan pihaknya menyiapkan 13 dokter bedah dan tenaga kesehatan untuk memperkuat penanganan penumpang yang nantinya dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Banjarmasin.

"Sebanyak 13 dokter bedah dan tenaga kesehatan kami siagakan untuk mengantisipasi kedatangan korban di Pelabuhan Trisakti," kata Among,  di Banjarmasin, Minggu, 13 September 2026, melansir Antara.

Dia mengatakan kesiapan tidak hanya dilakukan pada layanan medis bagi korban yang membutuhkan perawatan, tetapi juga mencakup kesiapan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ulin untuk menerima pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan segera. Rumah sakit juga menyiapkan kamar jenazah beserta tim forensik sebagai bagian dari antisipasi apabila terdapat korban meninggal.

"Kami juga menyiapkan IGD dan kamar jenazah, termasuk tim forensik, sehingga seluruh kondisi korban dapat ditangani sesuai kebutuhan medis dan prosedur yang berlaku," ujar dia.

Beberapa keluarga korban dari kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 sedang menunggu di lobby terminal penumpang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026). ANTARA/Gunawan Wibisono

Among menjelaskan sebanyak 69 korban kapal tenggelam yang berhasil dievakuasi sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sehingga rumah sakit perlu mengantisipasi kemungkinan datangnya korban dalam jumlah cukup banyak dalam waktu berdekatan.

"Untuk korban yang dikirim ke RSUD Ulin, kami dalam posisi siap memberikan pelayanan maupun perawatan medis sesuai kondisi masing-masing korban," katanya.

(Lukman Diah Sari)