Juicy Luicy Banjir Kritikan Usai Batal Manggung di Batam, Ini Kronologinya

Juicy Luicy, dok: Instagram

Juicy Luicy Banjir Kritikan Usai Batal Manggung di Batam, Ini Kronologinya

Putri Purnama Sari • 10 September 2026 15:33

Jakarta: Grup musik Juicy Luicy tengah menjadi sorotan setelah batal tampil dalam festival musik XYZ Liveground di Temenggung Abdul Jamal, Batam, pada Sabtu, 5 September 2026. Persoalan tersebut bermula dari kendala kelebihan bagasi saat rombongan band asal Bandung itu hendak berangkat menuju Batam.

Pihak penyelenggara kemudian menyampaikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Promotor menyebut telah menyiapkan berbagai kebutuhan penampil, mulai dari tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi, hospitality, hingga kebutuhan teknis acara.

Namun, saat proses keberangkatan, muncul kebutuhan tambahan terkait kelebihan bagasi yang harus dibayarkan di bandara. Promotor kemudian menawarkan mekanisme reimburse agar perjalanan tetap dapat dilanjutkan.

Menurut penyelenggara, biaya tersebut dapat dibayarkan terlebih dahulu dan kemudian diproses untuk penggantian. Namun, perjalanan Juicy Luicy akhirnya tidak dilanjutkan sehingga mereka batal tampil di Batam.

Polemik Juicy Luicy dan Promotor


Juicy Luicy (Foto: Instagram/juicyluicyband)

Persoalan tersebut kemudian ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan pembatalan penampilan hanya karena persoalan kelebihan bagasi.

Beberapa pelaku industri musik juga memberikan pandangan terkait kejadian tersebut. Mantan manajer NAIF, Aria Baja, serta praktisi industri musik Nanda Persada termasuk yang menyoroti pentingnya fleksibilitas, komunikasi, dan pertimbangan profesional dalam menghadapi persoalan teknis antara musisi dan penyelenggara.

"Saya pernah memanajeri band yang nama besarnya sampai sekarang tetap bergaung walaupun sudah bubar, NAIF. Hal itu bukan saja karena kami rendah hati dan fleksibel terkait riders dll, tapi karena kami paham betul kondisi EO/Promotor di daerah yang tidak kembali di Jawa mampu menyelenggarakan konser/festival," kata Aria Baja, manajer NAIF di media sosial Threads.

Aria juga menilai keputusan untuk membatalkan keberangkatan akibat masalah reimburse kelebihan bagasi bukanlah langkah yang bijak.

"Soal perkara rigit-nya manajemen Juicy Luicy terkait reumbersement overbagage dan memutuskan untuk batal berangkat adalah keputusan yang menurut keyakinan saya kurang bijak," tambahnya.

Tak hanya itu, vokalis BASEJAM Sigit Wardana dan musisi Iksan Skuter juga ikut memberikan tanggapan mengenai polemik tersebut. Mereka menyoroti pentingnya komunikasi dan pemahaman terhadap kesepakatan antara artis dan promotor.

Nadin Amizah Ikut Bersuara

Penyanyi Nadin Amizah turut memberikan pandangannya mengenai persoalan bagasi musisi. Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Nadin menyebut kebutuhan bagasi untuk musisi dapat sangat besar karena sejumlah perlengkapan pertunjukan harus dibawa ketika melakukan perjalanan.

“Gini, aku ga bawa drum sendiri aja udah ratusan kilo kebutuhan bagasinya apalagi yang bawa drum sendiri, mixer sendiri, dll,” tulis Nadin di Threads pada Rabu, 9 September 2026.

Nadin kemudian menyarankan agar pembahasan mengenai polemik Juicy Luicy tidak hanya berfokus pada persoalan berat bagasi. Ia menilai aspek komunikasi mengenai pembayaran juga perlu diperhatikan.

Meski demikian, Nadin menegaskan bahwa komentarnya tidak bermaksud menentukan apakah Juicy Luicy seharusnya tetap berangkat atau tidak. Ia lebih menyoroti bahwa kebutuhan bagasi dalam perjalanan musisi memang dapat mencapai jumlah yang besar.

Akun Instagram Uan Tidak Dapat Ditemukan


Vokalis Juicy Luicy, Uan Kaisar (Foto: Instagram/uan.kaisar)

Di tengah polemik tersebut, akun Instagram vokalis Juicy Luicy, Julian Kaisar atau akrab disapa Uan, juga diketahui tidak dapat ditemukan. Kondisi ini kemudian semakin menarik perhatian warganet.

Sejumlah pengguna media sosial meminta Juicy Luicy memberikan klarifikasi mengenai pembatalan penampilan mereka di Batam. Hingga pemberitaan terbaru, pihak Juicy Luicy belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut.

Polemik ini pun berkembang menjadi pembahasan mengenai hubungan antara musisi dan promotor, terutama soal kesepakatan biaya, kebutuhan teknis, serta mekanisme pembayaran ketika muncul kendala di lapangan.

(Putri Purnama Sari)