Pemberontak Houthi di Yaman. Foto: Anadolu
Pasukan Yaman Klaim Rebut Wilayah Luas dari Houthi di Al-Jawf
Muhammad Reyhansyah • 10 September 2026 12:15
Sanaa: Pasukan pemerintah Yaman mengatakan pasukannya berhasil merebut “wilayah yang luas” dari kelompok Houthi di Provinsi Al-Jawf, Yaman utara.
Dalam pernyataan melalui platform media sosial X, Rabu, 9 September 2026, pusat media militer Yaman mengatakan pasukannya juga berhasil memutus jalur pasokan Houthi di front timur Al-Hazm, ibu kota Provinsi Al-Jawf.
“Angkatan bersenjata kami hari ini menguasai wilayah Al-Mutahaffat, Bukit Al-Masariya, serta perbukitan yang berdekatan dengan Bukit Al-Faraid, di sebelah utara Al-Labanat Al-Olya, Provinsi Al-Jawf,” kata militer Yaman, dikutip dari Anadolu.
Pasukan pemerintah juga disebut menguasai “tanggul pertahanan dan parit yang membentang sekitar 20 kilometer, dari posisi Al-Duhaydah melalui Al-Saara hingga Bir Al-Maraziq, di sebelah timur Al-Hazm”.
Militer Yaman mengklaim sejumlah pejuang Houthi tewas atau ditangkap dalam pertempuran, sementara lainnya mengalami luka-luka.
Seiring dengan kemajuan di darat, pesawat militer Yaman melancarkan “serangan udara terarah dan presisi” terhadap konsentrasi pasukan serta posisi Houthi. Serangan tersebut disebut menghancurkan kendaraan dan peralatan militer.
Dalam perkembangan terpisah, Pasukan Perlawanan Nasional yang berpihak kepada pemerintah mengatakan pasukan lautnya “terlibat” dalam bentrokan dengan kapal-kapal Houthi di Laut Merah, menurut pernyataan yang dikutip kantor berita 2 December.
Pasukan laut tersebut memaksa kapal-kapal Houthi “mundur ke utara menuju Kota Hodeidah”, tambah pernyataan itu.
Kelompok Houthi belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.
Sebelumnya, pasukan pemerintah Yaman beberapa kali melaporkan telah menghancurkan kapal-kapal Houthi di lepas pantai pelabuhan strategis Mokha, yang berada dekat Selat Bab el-Mandeb.
Pertempuran Kembali Memanas
Pertempuran meningkat dalam beberapa hari terakhir di sejumlah front, terutama di Taiz, Al-Jawf, dan Al-Bayda, bersamaan dengan serangkaian serangan udara yang menyasar posisi Houthi.Eskalasi tersebut juga meluas ke Arab Saudi. Riyadh pada Selasa mengatakan serangan Houthi terhadap sejumlah fasilitas sipil dan ekonomi di kota Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran di barat daya negara itu melukai 73 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Houthi, yang dituduh menerima dukungan dari Iran, mengklaim telah menargetkan fasilitas perusahaan energi Saudi Aramco serta sebuah pangkalan udara menggunakan puluhan rudal balistik dan drone.
Yaman telah dilanda konflik sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.