Ilustrasi Cek Gula Darah. Sumber Foto: Pexels
7 Tanda Tubuh Alami Gula Berlebih Lengkap Beserta Tips Pencegahannya
Muhamad Marup • 24 June 2026 21:33
Jakarta: Gula merupakan salah satu komponen bagi tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi utama yang esensial untuk fungsi otak dan tubuh. Namun, perlu diketahui pengonsumsian gula yang berlebih juga tidaklah bagus bagi tubuh kita.
Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), batas maksimal konsumsi gula harian untuk orang dewasa adalah 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kadar gula harian.
Dikutip dari sumber halodoc.com kadar gula yang normal adalah sekitar 70-100 mg/dL, jika melebihi angka tersebut Anda perlu waspada. Konsumsi gula yang berlebih dapat mengakibatkan berbagai penyakit dalam tubuh seperti penyakit jantung, diabetes melitus hingga kondisi tubuh obesitas.
Lantas apa saja gejala jika kita sedang mengalami gula tinggi? Berikut adalah tanda-tandanya!
Tanda-Tanda Tubuh Kelebihan Gula
Mudah lelah
Kelelahan menjadi gejala yang umum bagi penderita gula darah tinggi, khususnya pada pengidap diabetes. Terlepas dari banyaknya aktivitas ataupun kurangnya waktu tidur, banyak orang dengan kondisi tersebut menjadi mudah lelah.Hal ini didukung dengan studi di Biological Research for Nursing Berjudul Real-Time Associations Between Glucose Levels and Fatigue in Type 2 Diabetes: Sex and Time Effect yang menyebut peningkatan glukosa dalam tubuh wanita dapat memengaruhi tingkat kelelahan.
Penglihatan kabur
Kadar glukosa yang terlalu tinggi juga dapat merusak pembuluh darah kecil pada bagian mata sehingga ketajaman penglihatan dapat berpotensi menurun. Hal ini dapat terjadi karena gula yang tinggi bisa membuat lensa dalam mata membengkak sehingga penglihatan jadi tidak fokus. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi indikasi kondisi lain, salah satunya seperti ulkus kornea.Nyeri pada kaki
Saraf dalam tubuh juga bisa mengalami kerusakan saat tubuh terlalu banyak mendapat gula, salah satunya terjadi gejala nyeri pada kaki. Kondisi ini disebut neuropati diabetik yang sebenarnya bisa terjadi di saraf bagian tubuh manapun, tetapi umumnya paling sering terjadi di kaki. Proses pemompaan darah dari kaki ke jantung jadi lebih sulit dibandingkan tubuh lain sehingga kaki terasa kesemutan, nyeri, atau bahkan mati rasa.Gerak tubuh lebih lamban
Gula darah yang tinggi menimbulkan lonjakan insulin yang bisa menjadi masalah pada organ tubuh lainnya. Alhasil energi menjadi tidak stabil sehingga saat tubuh Anda terlalu banyak mengonsumsi gula, tingkat gula darah juga semakin tinggi dan ada pasang surut energi yang memengaruhi kecepatan gerak tubuh Anda.Luka lama untuk sembuh
Tingginya gula darah juga bisa menyebabkan proses sembuhnya luka menjadi lebih lambat. Hal ini dikarenakan adanya kerusakan saraf pada pembuluh darah yang membuat sirkulasi darah tubuh terganggu.Perubahan warna kulit
Konsumsi gula berlebih dapat membuat perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap di daerah lipatan tubuh. Contohnya seperti di leher atau buku-buku jari. Kondisi ini diakibatkan oleh resistensi hormon insulin yang umumnya terjadi kepada penderita diabetes tipe 2.Mulut terasa kering
Mulut terasa kering dapat terjadi karena kurangnya produksi air liur dalam mulut. Kondisi ini akan meningkatkan risiko munculnya infeksi jamur dan bakteri pada mulut.Tips Mengurangi Konsumsi Gula Pada Tubuh
Meskipun terlihat sulit, khususnya bagi penggemar manis namun mengontrol asupan gula tidaklah sesulit itu. Berikut ini adalah cara mengurangi koonsumsi gula yang dapat Anda lakukan sehari-hari:Biasakan minum air putih
Ini adalah cara efektif yang dapat Anda lakukan. Mulai biasakan minum air putih jika haus, bukan beralih pada minuman manis seperti kopi, soda, teh manis, dan minuman manis lainnya.Konsumsi cemilan sehat
Mulai alihkan cemilan Anda ke pilihan yang sehat. Contohnya seperti kacang-kacangan tanpa gula tambahan, yoghurt, dan buah-buahan.Batas konsumsi makanan olahan
Makanan olahan seperti roti manis, biskuit, kue, hingga sereal instan umumnya mengandung gula yang cukup tinggi sehingga berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Anda bisa beralih ke oatmeal dengan buah-buahan atau bahkan membuat jus sendiri tanpa adanya gula tambahan.Kurangi kebiasaan menambahkan gula ke makanan
Kebiasaan ini harus mulai dihentikan jika Anda ingin mencoba mengurangi konsumsi gula secara berlebih. Contohnya seperti menambahkan gula ke dalam minuman kopi dan teh ataupun menambahkan kecap dalam sajian makanan nasi. Mengurangi sedikit demi sedikit gula bisa membantu Anda adaptasi akan ketergantungan terhadap rasa manis.Pilih alternatif pemanis yang lebih sehat
Jika Anda tetap ingin merasakan rasa manis khususnya dalam minuman, alternatif pemanis bernama stevia bisa menjadi pilihan yang tepat. Stevia adalah pemanis alami bebas kalori yang diekstrak dari daun tanaman stevia rebaudiana. Namun, perlu diperhatikan dan dibatasi untuk penggunaan stevia agar tidak terlalu sering.(Eunike Michelle Gultom)