Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.
Siklon Tropis Noul Terdeteksi di Laut Filipina, Ini Wilayah Indonesia Terdampak Hujan Lebat dan Angin Kencang
Whisnu Mardiansyah • 25 July 2026 14:31
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak tidak langsung perkembangan Siklon Tropis Noul terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia. Sistem fenomena meteorologi ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 92W yang terbentuk pada 21 Juli 2026 di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.
Sistem tersebut resmi mencapai intensitas siklon tropis pada 24 Juli 2026 pukul 01.00 WIB. Posisi Siklon Tropis Noul saat ini terpantau berada di Laut Filipina, tepatnya di sebelah Timur Filipina.
Siklon Tropis Noul diprakirakan bergerak ke arah Barat–Barat Laut. Intensitas pusaran angin sistem ini diprediksi terus meningkat hingga berpotensi mencapai Kategori 2 dalam 24 jam ke depan.
"Masyarakat diimbau mewaspadai potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, terutama di wilayah pesisir dan perairan," ujar Prakirawan BMKG dalam instagram @infoBMKG, Sabtu, 25 Juli 2026.
Meski pusat siklon berada di luar wilayah Indonesia, dinamika atmosfer ini memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di dalam negeri. BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Kepulauan Riau (Natuna) dan Kalimantan Utara. Sementara itu, wilayah Sulawesi Utara berpotensi mengalami angin kencang.
Selain dampak pada daratan, pergerakan siklon memicu peningkatan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (kategori moderate sea).
Peningkatan tinggi gelombang diprediksi terjadi di kawasan Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya. Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi terkini yang dirilis secara resmi oleh BMKG.