LPS: Makin Banyak Masyarakat Punya Rekening, Aktivitas Ekonomi Menguat

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

LPS: Makin Banyak Masyarakat Punya Rekening, Aktivitas Ekonomi Menguat

Ade Hapsari Lestarini • 20 July 2026 18:00

Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai penurunan jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening terus berkurang sekitar dua juta orang setiap tahun. Saat ini, jumlahnya diperkirakan tinggal 15 juta orang.

"Berarti masyarakat punya rekening untuk beraktivitas. Rekening yang aktif juga semakin banyak dalam setahun terakhir. Itu menunjukkan ekonomi bergerak, baik melalui perpindahan dana, pembayaran, maupun penerimaan," kata Anggito usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Anggito, meningkatnya kepemilikan rekening mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan perbankan dalam berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
 

LPS kaji aktivitas transaksi masyarakat


LPS akan melakukan kajian lebih lanjut untuk melihat pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat dari sisi mikro hingga super mikro, termasuk melalui analisis mutasi rekening.

"Nanti kita akan coba elaborasi lagi aspek mikro dan super mikronya. Itu adalah movement atau mutasi-mutasi rekening," ujar Anggito.

Selain itu, Anggito menyampaikan sejumlah indikator makroekonomi yang dibahas dalam rapat KSSK menunjukkan perbaikan, mulai dari kondisi fiskal hingga penguatan cadangan devisa.

Sementara dari sisi mikro, perkembangan positif juga terlihat pada pertumbuhan jumlah rekening dan nominal simpanan masyarakat di perbankan.

"Memang kenaikannya agak melambat, tetapi tetap naik. Baik jumlah nominal maupun jumlah rekening meningkat. Bahkan simpanan di atas Rp5 miliar tumbuh cukup tinggi," ujar Anggito.

(Ade Hapsari Lestarini)