Bos BI Pede Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh hingga 5,7%, Ini Penopangnya

Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia.

Bos BI Pede Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh hingga 5,7%, Ini Penopangnya

Husen Miftahudin • 22 July 2026 15:17

Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan tetap terjaga dengan proyeksi berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 tetap baik berada dalam kisaran 4,9 persen sampai dengan 5,7 persen, ungkap Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulanan periode Juli 2026, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Perry melanjutkan, kinerja ekonomi nasional tersebut ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, implementasi program prioritas pemerintah, serta sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia.

Ia mengatakan, perkembangan ekonomi pada triwulan II-2026 menunjukkan konsumsi pemerintah tumbuh tinggi. Kondisi tersebut didorong oleh berlanjutnya realisasi berbagai program prioritas nasional serta percepatan belanja pemerintah, termasuk pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) dan penyaluran bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga juga tetap terjaga berkat berbagai stimulus yang diberikan pemerintah. Stimulus tersebut antara lain berupa bantuan pangan, potongan tarif transportasi, program makan bergizi, serta pelatihan vokasi nasional yang menopang daya beli masyarakat.

Investasi juga masih menunjukkan kontribusi positif, terutama melalui investasi bangunan yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Meski demikian, Perry menilai investasi swasta masih perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan dorongan yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
 


class=big_center
(Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: MI/Ramdani)
 

Perkuat ekspor, manfaatkan tingginya harga komoditas


Dari sisi eksternal, Bank Indonesia memandang kinerja ekspor perlu terus diperkuat. Upaya tersebut dinilai penting untuk memanfaatkan tingginya harga komoditas global di tengah prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Secara sektoral, sejumlah lapangan usaha masih mencatatkan pertumbuhan yang baik, antara lain industri pengolahan, konstruksi, serta sektor transportasi dan pergudangan. Kinerja positif tersebut sejalan dengan pelaksanaan berbagai program pemerintah yang terus berjalan.

Ke depan, Perry menegaskan implementasi program-program prioritas pemerintah akan terus dioptimalkan guna memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi yang berasal dari permintaan domestik sekaligus meningkatkan kualitas struktur ekonomi nasional.

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mempertahankan dorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, tegas Perry.

(Husen Miftahudin)